tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Digital Economy

Optimalisasi Aset Daerah Melalui Skema Pembiayaan Kolaboratif di Pulomas Tower

Andi SompaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 14.21 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Optimalisasi Aset Daerah Melalui Skema Pembiayaan Kolaboratif di Pulomas Tower
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Perkembangan infrastruktur transportasi di Jakarta kini semakin diarahkan untuk mendukung pusat kegiatan ekonomi yang terintegrasi guna menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Salah satu proyek strategis terbaru yang menjadi perhatian utama adalah rencana pengembangan Pulomas Tower. Fasilitas ini akan dikembangkan secara khusus sebagai kawasan produktif yang terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Equestrian. Pengembangan kawasan terpadu ini bertujuan utama untuk mendukung konsep kawasan berorientasi transit atau yang lebih dikenal dengan sebutan Transit Oriented Development (TOD). Melalui integrasi fisik dan fungsi komersial ini, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mendukung mobilitas masyarakat luas. Langkah terencana ini sekaligus memperkuat fondasi pengembangan kawasan berbasis TOD di ibu kota yang berfokus pada efisiensi pergerakan manusia dan barang.

Untuk mewujudkan kawasan produktif yang terintegrasi dengan fasilitas transportasi publik secara maksimal, diperlukan strategi pendanaan yang tepat sasaran dan inovatif. Proyek pengembangan Pulomas Tower menunjukkan secara jelas bagaimana optimalisasi aset daerah dapat dilakukan melalui penerapan skema pembiayaan kolaboratif. Dalam praktiknya, pembiayaan proyek berskala besar ini tidak sepenuhnya mengandalkan ketersediaan anggaran daerah semata. Langkah konkret untuk merealisasikan pembangunan diambil melalui penandatanganan fasilitas pembiayaan proyek Pulomas Tower yang melibatkan dua institusi penting, yaitu PT Pulo Mas Jaya dan PT Bank Mega Syariah. Acara penandatanganan kesepakatan finansial strategis tersebut telah berlangsung dengan lancar di Jakarta International Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur, pada hari Jumat (31/7).

Baca Juga

DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan penjelasan mendalam terkait langkah strategis ini dalam keterangan resminya pada hari Sabtu. Ia menegaskan bahwa skema pembiayaan kolaboratif seperti yang diterapkan pada proyek Pulomas Tower dapat menjadi alternatif yang sangat efektif untuk masa depan. Skema pendanaan inovatif ini memungkinkan pengembangan berbagai proyek strategis berjalan sesuai rencana tanpa harus sepenuhnya membebani atau mengandalkan anggaran daerah. Sinergi finansial antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan sektor perbankan menjadi kunci utama dalam mendukung pengembangan aset daerah agar semakin produktif. Dengan dukungan pendanaan yang kuat dan terstruktur, kawasan yang terintegrasi dengan Stasiun LRT Equestrian ini diproyeksikan mampu membuka banyak aktivitas ekonomi baru yang pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

Lebih lanjut, penerapan skema pembiayaan kolaboratif ini juga menuntut perubahan paradigma dan peran aktif dari pihak pengelola aset daerah. Rano Karno menekankan bahwa BUMD tidak hanya dituntut untuk sekadar memiliki kinerja usaha yang sehat secara finansial dari tahun ke tahun. Lebih dari itu, BUMD juga harus mampu bertransformasi menjadi penggerak utama pembangunan kota yang berorientasi pada kemajuan ekonomi. Pemanfaatan aset daerah secara optimal melalui kerja sama dengan institusi perbankan diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi tata ruang kota. Proses optimalisasi ini mencakup perencanaan kawasan komersial yang matang sehingga aktivitas ekonomi baru dapat tumbuh pesat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur kepada masyarakat luas.

Baca Juga

OJK Sebut Icomex & POJK Bursa Mineral Siap Meluncur 17 September

OJK Sebut Icomex & POJK Bursa Mineral Siap Meluncur 17 September

Keberhasilan optimalisasi aset daerah melalui skema kolaboratif ini memberikan gambaran komprehensif tentang pentingnya memperluas jaringan kerja sama strategis. Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, BUMD, dan lembaga keuangan merupakan langkah esensial dalam mendukung pembangunan Jakarta yang lebih modern dan terintegrasi. Bagi para pelaku ekonomi dan pihak pengelola kawasan, model pengembangan Pulomas Tower menyajikan referensi nyata mengenai tata cara mengelola aset fisik agar memberikan imbal hasil yang maksimal bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan terus mengedepankan integrasi transportasi publik dan metode pembiayaan yang efisien, pengembangan kawasan produktif dapat direalisasikan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi ekosistem bisnis di sekitarnya.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

TODPulomas TowerLRT EquestrianPembiayaan KolaboratifPT Pulo Mas JayaPT Bank Mega Syariah

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap