JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menetapkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp66 per lembar saham atau dengan total mencapai sekitar Rp6,16 triliun. Langkah korporasi ini diambil seiring dengan solidnya kinerja operasional dan fundamental keuangan perseroan hingga paruh kedua tahun berjalan.
Kebijakan dividen interim tersebut telah memperoleh persetujuan resmi dari Dewan Komisaris atas keputusan Direksi Bank Mandiri pada 3 September 2026. Perseroan kemudian melayangkan laporan keterbukaan informasi terkait aksi korporasi ini kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 September 2026.
Dengan tambahan dividen interim ini, total dividen yang digelontorkan Bank Mandiri sepanjang tahun kalender 2026 tercatat menembus sekitar Rp50,63 triliun. Akumulasi tersebut mencakup realisasi dividen dari tahun buku 2025 senilai Rp44,47 triliun serta dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menjelaskan bahwa ketetapan ini didukung penuh oleh capaian kinerja keuangan yang terjaga kuat. Perseroan mencatat laju ekspansi bisnis yang sehat dari sisi intermediasi maupun perolehan laba bersih.
Kinerja Keuangan dan Intermediasi hingga Agustus 2026
Hingga posisi Agustus 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only menyentuh angka Rp1.592 triliun, tumbuh sebesar 17,6 persen secara tahunan (year on year/YoY). Penyaluran pembiayaan tersebut diimbangi oleh pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga meningkat 17,6 persen YoY menjadi Rp1.687 triliun.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Ekspansi kredit dan likuiditas tersebut mendorong total aset emiten perbankan pelat merah ini melonjak 20,7 persen YoY hingga mencapai Rp2.358 triliun per Agustus 2026. Pada periode yang sama, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp37,5 triliun atau melesat 22,3 persen secara tahunan.
Di tengah akselerasi pertumbuhan neraca, kualitas portofolio kredit tetap berada dalam kondisi aman. Hal tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross Bank Mandiri yang berhasil ditekan pada level 1,00 persen.






