tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Keuangan

Panduan Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo

Sri NugrohoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 09.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Bagi para pelaku ekonomi digital, pekerja lepas, dan masyarakat umum yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, memantau pergerakan harga bahan bakar minyak secara berkala merupakan salah satu langkah paling penting dalam mengelola anggaran operasional bulanan. Seluruh badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beroperasi di Indonesia telah melakukan penyesuaian harga secara resmi untuk berbagai kategori BBM nonsubsidi. Perubahan tarif bahan bakar ini mulai diterapkan secara efektif pada tanggal 1 Juli 2026 dan dilaporkan menjadi acuan harga yang berlaku pada periode 31 Juli 2026 hingga 31 Juli 2027. Penyesuaian harga tersebut dilakukan secara serentak oleh berbagai perusahaan penyedia bahan bakar terkemuka, yang meliputi Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, hingga Mobil Indostation.

Berdasarkan data terbaru untuk wilayah Jabodetabek, stasiun pengisian bahan bakar umum yang dikelola oleh Pertamina mencatatkan penurunan harga jual pada beberapa jenis produk BBM nonsubsidi andalan mereka. Salah satu produk bahan bakar yang mengalami perubahan tarif adalah Pertamax Turbo. Jenis bahan bakar beroktan tinggi ini mengalami penurunan harga sebesar Rp 1.450 per liter, sehingga nominal harganya berubah dari yang sebelumnya berada di angka Rp 20.750 per liter kini menjadi Rp 19.300 per liter. Penurunan tarif yang bahkan lebih besar juga diberlakukan secara resmi pada kategori bahan bakar diesel keluaran Pertamina. Produk Pertamax Dex tercatat mengalami penurunan sebesar Rp 3.650 per liter, bergeser dari harga sebelumnya yang dibanderol Rp 24.800 per liter menjadi Rp 21.150 per liter. Selain itu, varian bahan bakar Dexlite juga diturunkan sebesar Rp 3.300 per liter, yang membuat harganya berubah dari Rp 23.000 per liter menjadi Rp 19.700 per liter.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Meskipun terjadi tren penurunan harga pada beberapa produk unggulannya, Pertamina memilih kebijakan untuk tidak mengubah harga jual pada beberapa jenis bahan bakar lainnya sejak penyesuaian per 1 Juli 2026 tersebut. Sebagai contoh, harga BBM jenis Pertamax yang memiliki spesifikasi oktan RON 92 masih tetap dibanderol pada angka Rp 16.250 per liter. Produk Pertamax Green dengan spesifikasi RON 95 juga terpantau tidak mengalami perubahan harga sama sekali dan tetap dipatok sebesar Rp 17.000 per liter. Sementara itu, untuk kategori bahan bakar bersubsidi yang sering diandalkan oleh masyarakat luas guna menekan biaya transportasi harian, tarif lama masih dipertahankan secara penuh. BBM jenis Pertalite (RON 90) masih dibanderol dengan harga terjangkau yakni Rp 10.000 per liter, dan produk Solar subsidi tetap dijual seharga Rp 6.800 per liter.

Baca Juga

Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut

Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut

Langkah strategis untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi ini ternyata juga diikuti secara kompak oleh berbagai badan usaha swasta penyalur bahan bakar yang beroperasi di Indonesia. Pada jaringan stasiun pengisian bahan bakar milik Shell Indonesia, penyesuaian harga terlihat sangat jelas pada produk bahan bakar mesin diesel mereka. Harga untuk jenis bahan bakar Shell V-Power Diesel kini dibanderol sebesar Rp 21.340 per liter. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan harga pada bulan sebelumnya yang sempat mencapai Rp 24.490 per liter. Penyesuaian tarif yang diberikan oleh Shell Indonesia ini memberikan alternatif pilihan yang sangat baik bagi para pengemudi kendaraan niaga maupun pribadi yang membutuhkan bahan bakar untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi harian mereka.

Perusahaan penyalur bahan bakar swasta lainnya, yakni BP-AKR, turut memberlakukan kebijakan penyesuaian harga yang serupa untuk berbagai produk bahan bakar yang mereka tawarkan kepada konsumen. Pihak BP-AKR menetapkan harga baru untuk produk unggulan BP Ultimate Diesel sebesar Rp 21.340 per liter, yang berarti tarif tersebut turun dari harga bulan sebelumnya yang sempat berada di angka Rp 25.060 per liter. Untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin, produk BP Ultimate kini ditawarkan kepada konsumen dengan harga Rp 17.240 per liter. Sementara itu, untuk produk BBM jenis bensin dengan spesifikasi oktan RON 92 milik BP-AKR, harganya diputuskan untuk tetap bertahan dan secara resmi dipatok pada angka Rp 16.670 per liter tanpa ada perubahan sedikit pun dari periode sebelumnya.

Baca Juga

Cara Menyusun Strategi Investasi Berdasarkan Pandangan Pakar di DBS Insights Forum 2026

Cara Menyusun Strategi Investasi Berdasarkan Pandangan Pakar di DBS Insights Forum 2026

Bagi para pelaku usaha, pekerja mandiri, dan individu yang sangat mengandalkan penggunaan kendaraan bermotor, rincian daftar harga BBM yang mengacu pada kebijakan penyesuaian 1 Juli 2026 serta berlaku untuk rentang waktu 31 Juli 2026 hingga 31 Juli 2027 ini dapat dijadikan sebagai panduan utama dalam membuat estimasi biaya operasional bulanan. Mengingat ketersediaan produk dan penyesuaian harga telah dilakukan secara merata oleh berbagai penyalur bahan bakar resmi seperti Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, dan Mobil Indostation, konsumen kini memiliki keleluasaan lebih dalam memilih penyedia bahan bakar yang sesuai dengan anggaran mereka. Masyarakat sangat disarankan untuk selalu memperhatikan papan informasi tarif resmi yang terpasang di stasiun pengisian bahan bakar terdekat guna memastikan pengelolaan keuangan dan pengeluaran transportasi tetap berjalan dengan efisien.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PertaminaHarga BBMShellBP-AKRBBM Nonsubsidi

Berita Terbaru Lainnya

Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang MenyusutCara Menyusun Strategi Investasi Berdasarkan Pandangan Pakar di DBS Insights Forum 2026Alasan Anggaran Makan Bergizi Gratis Belum Dipisah dari Dana Pendidikan APBN 2026Cara Menghindari Praktik Pemerasan Berkedok Pengurusan Perkara HukumModus Penipuan Kualitas Beras yang Menyebabkan Kerugian Konsumen Rp 100 TriliunMembangun Industri Sawit Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Ekonomi di Pangkalan BunDinamika Industri Garmen di Jawa Tengah, Penyebab PHK Massal dan Solusi Penyerapan Tenaga KerjaCara Pemda Memanfaatkan Pencairan DBH dan Top Up DAU untuk Membayar Gaji PPPK

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut

Info Lokal

Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap