tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Infrastruktur Usaha

Panduan Memahami Sistem Air Keran Siap Minum SPAM Sepaku di IKN untuk Perencanaan Usaha

Wahyu SuryaniDiterbitkan 1 Agu 2026 - 15.13 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Memahami Sistem Air Keran Siap Minum SPAM Sepaku di IKN untuk Perencanaan Usaha
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan kemajuan, terutama pada sektor infrastruktur dasar yang esensial bagi roda ekonomi. Salah satu fasilitas yang menarik perhatian adalah ketersediaan air keran yang bisa langsung diminum. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, berkesempatan berkunjung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dan melihat langsung progres pembangunan yang tengah berjalan. Beliau menyatakan ketakjubannya terhadap kualitas air keran di IKN tersebut. Menurut pengamatannya, ketersediaan fasilitas ini menyerupai standar di negara-negara maju seperti di Eropa. Beliau bahkan menyatakan bahwa karena air keran sudah bisa diminum, rasanya seolah sedang berada di Eropa.

Bagi para pelaku ekonomi, pengembang properti komersial, maupun pihak yang merencanakan kegiatan usaha di IKN, memahami infrastruktur utilitas ini sangatlah penting. Ketersediaan air bersih yang terjamin kualitasnya akan mendukung sektor komersial seperti perhotelan dan pertokoan. Untuk itu, berikut adalah panduan langkah demi langkah dalam memahami bagaimana sistem pengolahan air bersih langsung minum ini bekerja dari hulu hingga ke hilir, serta area mana saja yang akan mendapatkan akses pada tahap pertama.

Langkah pertama untuk memahami infrastruktur ini adalah mengetahui sumber utama dan kapasitas teknis penyediaannya. Air keran di IKN berasal dari SPAM Sepaku. Secara teknis, SPAM Sepaku didukung oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang memiliki kapasitas produksi sebesar 300 liter per detik. Untuk mendukung distribusi dari sumbernya, infrastruktur ini dilengkapi dengan jaringan pipa transmisi sepanjang 16 km, sebuah reservoir, serta jaringan pipa distribusi yang membentang sepanjang 22 km.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Langkah kedua adalah mengidentifikasi proses awal pengolahan air baku. Pada tahap awal, air baku akan dipompa oleh unit intake menuju IPA. Di titik inilah proses pengolahan air secara resmi dimulai. Air baku tersebut pertama-tama dimasukkan ke dalam unit aerasi. Tujuan utama dari proses di unit aerasi ini adalah untuk meningkatkan oksigen terlarut di dalam air baku, yang merupakan prasyarat penting sebelum air memasuki tahapan pemurnian selanjutnya.

Langkah ketiga adalah mencermati tahapan pemurnian inti yang membuat air aman dikonsumsi. Setelah melewati unit aerasi, air kemudian dialirkan menuju unit koagulasi - flokulasi - sedimentasi (KFS). Proses pengolahan kemudian dilanjutkan dengan tahap Filtrasi, pemrosesan menggunakan Ozone, dan penyaringan dengan Granular Activated Carbon (GAC). Rahayu Saraswati Djojohadikusumo juga menjelaskan bahwa air keran di IKN bisa langsung diminum karena sudah difilter bahkan dari reservoirnya.

Langkah keempat adalah memahami peran teknologi ramah lingkungan dalam menjaga kualitas air. Pemanfaatan teknologi Ozon sebagai green technology pada pengolahan air minum diterapkan juga di IPA Sepaku. Pemanfaatan teknologi ini dilakukan melalui 3 tahapan ozonisasi. Tahapan ozonisasi tersebut berfungsi sebagai metode sterilisasi, perlindungan terhadap mikroorganisme, serta penghilangan zat organik. Selain itu, metode ini memberikan perlindungan jaringan distribusi dari gangguan korosi dan kontaminasi lingkungan luar.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Langkah kelima adalah mengetahui sistem penampungan air yang sudah diproses. Air terproduksi yang telah memenuhi kualitas air minum (potable water) tersebut kemudian ditampung di Clearwell. Dari tempat penampungan Clearwell tersebut, air minum dipompakan ke Reservoir Induk. Proses pemompaan ini dilakukan melalui jaringan pipa transmisi sepanjang 16 km, memastikan pasokan air minum tetap terjaga hingga ke pusat penampungan utama.

Langkah keenam adalah memetakan wilayah distribusi tahap pertama untuk perencanaan operasional. SPAM Sepaku tahap I ditargetkan akan melayani berbagai fasilitas krusial pemerintahan dan umum. Fasilitas tersebut mencakup Kantor dan Istana Presiden, Kemensetneg, Paspampres, serta kompleks Kemenko 1, 2, 3, dan 4. Selain itu, layanan ini juga akan mencakup Amphitheater, Galeri, Service Area, Hunian ASN, dan Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM). Bagi pelaku ekonomi, penting untuk dicatat bahwa fasilitas umum lainnya seperti hotel, sekolah, pertokoan, dan rumah sakit juga masuk dalam target layanan tahap pertama ini.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

peluang usahaInfrastrukturIKNSPAM SepakuAir Minum

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  3. 3Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  4. 4Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap