Peristiwa alam berupa gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,0 mengguncang wilayah Jepara, Jawa Tengah, pada hari Jumat (7/8) malam. Berdasarkan data yang dirilis, getaran tersebut tercatat terjadi tepat pada pukul 21.07 WIB. Peristiwa ini mengejutkan sebagian warga di wilayah pesisir utara Jawa Tengah, mengingat pusat gempa atau episentrumnya berada di area laut sebelah barat laut Jepara. Meskipun terjadi di laut, kedalaman pusat gempa atau hiposentrumnya tercatat sangat dalam, yakni mencapai 540 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman yang tidak biasa ini menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi bagaimana dampak guncangan tersebut dirasakan oleh masyarakat di daratan.
Segera setelah guncangan terdeteksi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memberikan konfirmasi mengenai status aktivitas tektonik tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh tim BMKG hingga pukul 21.20 WIB, tidak ditemukan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Jeda waktu pemantauan sejak terjadinya gempa pada pukul 21.07 WIB hingga pukul 21.20 WIB ini memberikan kepastian awal bagi masyarakat dan pelaku aktivitas digital di wilayah terdampak bahwa situasi tetap terkendali tanpa adanya guncangan beruntun yang merusak.








