tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Finansial

Panduan Memetakan Penyaluran Kredit Bank Swasta di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Semester II 2026

Fitri LimbongDiterbitkan 1 Agu 2026 - 03.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Memetakan Penyaluran Kredit Bank Swasta di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Semester II 2026
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Ketidakpastian ekonomi global serta kondisi likuiditas yang masih ketat membuat sejumlah bank swasta di Indonesia mengambil langkah yang lebih berhati-hati dalam merancang strategi bisnis mereka untuk menghadapi semester II 2026. Bagi para pelaku ekonomi digital, wirausahawan, dan masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan, memahami peta perbankan saat ini sangatlah penting sebagai panduan. Fokus utama perbankan kini bukan lagi sekadar mengejar pertumbuhan penyaluran kredit setinggi mungkin. Sebaliknya, lembaga keuangan lebih mengutamakan penjagaan kualitas aset, memperketat proses penyaluran kredit, serta berupaya memperkuat likuiditas dan permodalan agar tetap stabil.

Salah satu langkah penyesuaian yang dapat dicermati adalah pergeseran fokus segmen pembiayaan demi memperbaiki komposisi portofolio. PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC), yang dipimpin oleh Direktur Utama Eri Budiono, memilih untuk mengurangi porsi penyaluran kredit pada segmen komersial dan korporasi. Sebagai gantinya, bank ini meningkatkan pembiayaan pada sektor konsumer dan UMKM sebesar 6,68 persen hingga mencapai angka Rp 5,8 triliun. Langkah ini diambil untuk mengutamakan kualitas pertumbuhan dan efisiensi operasional. Penyesuaian juga terlihat pada PaninBank, di mana penyaluran kredit perseroan pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp 139,64 triliun. Angka penyaluran kredit PaninBank tersebut mengalami penurunan sebesar 3,75 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan kebijakan bank yang lebih selektif dalam memilih sektor usaha, debitur, maupun tujuan pembiayaan demi menjaga kualitas portofolio.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
Baca Juga

Fokus Pemeriksaan Tematik BPK, Mengawal Program Ketahanan Energi Nasional

Fokus Pemeriksaan Tematik BPK, Mengawal Program Ketahanan Energi Nasional

Di sisi lain, terdapat bank swasta yang tetap mencatatkan pertumbuhan kredit dan berhasil menjaga indikator kualitas aset tetap sehat. Permata Bank, di bawah kepemimpinan Direktur Utama Meliza M. Rusli, membukukan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 5,3 persen dengan total mencapai Rp 171,2 triliun. Meskipun mencatatkan pertumbuhan, ekspansi tetap dilakukan secara sangat hati-hati. Permata Bank berhasil mempertahankan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto pada level 2,1 persen. Selain itu, rasio loan at risk (LAR) Permata Bank juga mengalami perbaikan menjadi 5,9 persen, yang dinilai menunjukkan kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan sekaligus beradaptasi di tengah kondisi ekonomi yang cepat berubah.

Perkembangan positif lainnya ditunjukkan oleh OCBC yang dipimpin oleh Presiden Direktur Parwati Surjaudaja. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit OCBC berhasil tumbuh sebesar 11 persen menjadi Rp 185,3 triliun. Pertumbuhan penyaluran dana ini berjalan selaras dengan dukungan dana pihak ketiga yang juga tumbuh sebesar 11 persen. Walaupun angka kredit meningkat, OCBC tetap berhasil menjaga kualitas asetnya dengan rasio NPL bruto pada level 1,9 persen, sedangkan rasio LAR mengalami penurunan menjadi 4,8 persen. Pencapaian pada paruh pertama tahun ini semakin memperkuat fondasi OCBC untuk terus bertumbuh secara sehat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Data ini memberikan panduan bagi pelaku usaha mengenai ketersediaan fasilitas kredit yang dikelola dengan manajemen risiko yang ketat.

Baca Juga

Kinerja Keuangan Indofood Semester I 2026, Penjualan Tumbuh di Tengah Tantangan Nilai Tukar

Kinerja Keuangan Indofood Semester I 2026, Penjualan Tumbuh di Tengah Tantangan Nilai Tukar

Terakhir, Danamon di bawah kepemimpinan Direktur Utama Nobuya Kawasaki juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada paruh pertama tahun ini. Danamon membukukan pertumbuhan untuk sektor kredit dan trade finance sebesar 12 persen, dengan total penyaluran mencapai Rp 230,1 triliun pada semester I 2026. Perbaikan kualitas kredit Danamon terlihat jelas dari rasio LAR yang turun menjadi 7,8 persen, atau membaik sebanyak 263 basis poin dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Manajemen Danamon bersikap optimistis dalam mempertahankan pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini melalui fondasi finansial yang kuat. Dengan melihat keseluruhan data kinerja perbankan swasta ini, para pelaku ekonomi dapat menyimpulkan bahwa meskipun likuiditas ketat dan ketidakpastian global membayangi semester II 2026, akses pembiayaan tetap tersedia secara selektif bagi sektor-sektor yang memenuhi kriteria kehati-hatian perbankan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kinerja KeuanganEkonomi Indonesiakredit perbankanbank swastapembiayaan umkm

Berita Terbaru Lainnya

Syarat Lengkap dan Prosedur Adopsi Anak Melalui UPT PPSAB SidoarjoPenerapan Konsep Silvofishery, Solusi Ekonomi Petambak dan Rehabilitasi Mangrove di Kutai KartanegaraRincian Anggaran dan Progres Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Tahap TigaPeluang Monetisasi Konten Digital dari Momentum Kunjungan Aston Villa di JakartaPeran Pembangunan Jembatan Garuda Temanggung dalam Mendukung Mobilitas Ekonomi DesaMemahami Kategori dan Daftar Pemenang Hoegeng Awards 2026Cara Meminimalkan Risiko Hukum dalam Pengadaan Asuransi KorporasiPolisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pengeroyokan Maut Pemuda di Morowali

Paling Banyak Dibaca

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

Manajemen & Kepemimpinan

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

Ekonomi Digital & Pendapatan

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

31 Jul 2026

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

Ekonomi & Keuangan

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip LitilolyManajemen & Kepemimpinan 路 1 Agu 2026
  2. 2Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  3. 3Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
  4. 4Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi DigitalEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan InflasiEkonomi Digital & Pendapatan 路 31 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap