Pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan bergulir cepat di awal pekan. Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (14/9/2026). Pelantikan tunggal tersebut langsung diikuti dengan instruksi khusus terkait arah pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebelum prosesi pengambilan sumpah jabatan digelar pada sore hari, dinamika pergantian posisi ini sempat mewarnai rapat kerja di gedung DPD RI, Senayan, Jakarta. Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima panggilan telepon mendadak dari pihak Istana saat tengah memberikan paparan di hadapan pimpinan DPD RI, Bappenas, dan perwakilan Bank Indonesia. Rapat yang tengah membahas surat utang pemerintah tersebut sempat dihentikan sementara menyusul datangnya panggilan tersebut.
Di sisi lain, Suahasil mengungkapkan bahwa pemberitahuan resmi dari Istana baru ia terima pada Senin pagi untuk bersiap menghadiri pelantikan pada sore harinya.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pesan Presiden untuk Keuangan Negara
Usai memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan, Presiden Prabowo Subianto menitipkan mandat utama kepada Suahasil untuk menjaga postur anggaran negara. Suahasil menegaskan bahwa arahan presiden berfokus pada dua aspek mendasar, yakni kesehatan dan kredibilitas fiskal.
Menurut Suahasil, APBN memiliki peran krusial dalam menyokong berbagai agenda prioritas pemerintah sekaligus menjadi instrumen stabilisasi ekonomi nasional. Oleh karena itu, pengelolaan anggaran harus dipastikan tetap sehat, dapat dipercaya publik, dan memiliki daya tahan kuat dalam menghadapi dinamika perekonomian.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Rekam Jejak Panjang di Sektor Fiskal
Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menkeu didukung oleh pengalaman panjang di lingkungan perumusan kebijakan ekonomi. Sebelum dilantik menjadi menteri, ia bertugas sebagai Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih sejak 21 Oktober 2024. Jabatan wakil menteri sebelumnya juga telah ia emban di Kabinet Indonesia Maju terhitung sejak 25 Oktober 2019.
Karier birokrasi Suahasil di Kementerian Keuangan tercatat menanjak saat dipercaya menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) secara definitif pada 31 Oktober 2016. Selain itu, ia pernah terlibat dalam berbagai forum kebijakan publik strategis, termasuk menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009–2011), Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (2009–2015), Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (2010–2015), serta anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013–2014).






