tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Pasar Keuangan Tertekan Ketegangan Timur Tengah dan Sentimen Suku Bunga The Fed

Ance ManoppoDiterbitkan 15 Sep 2026 - 00.48 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pasar Keuangan Tertekan Ketegangan Timur Tengah dan Sentimen Suku Bunga The Fed
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Tekanan di pasar keuangan global terus berlanjut di tengah kombinasi sentimen negatif yang membayangi sentimen pelaku pasar. Memanasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya ketidakpastian global, yang berdampak langsung pada volatilitas harga komoditas termasuk minyak mentah dunia. Di saat yang sama, pasar keuangan juga dibayangi oleh kekhawatiran terkait potensi kenaikan suku bunga acuan dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

Kondisi global tersebut memberikan rambatan tekanan yang signifikan terhadap pasar keuangan domestik Indonesia. Pergerakan aset-aset keuangan di dalam negeri mencatatkan pelemahan seiring dengan sikap investor yang merespons dinamika geopolitik serta arah kebijakan moneter The Fed.

Pelemahan IHSG dan Nilai Tukar Rupiah

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Dampak tekanan global terlihat jelas pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah. Pada perdagangan sesi II hari Senin (14/09), IHSG tercatat mengalami penurunan tajam sebesar 1,76% dan merosot hingga ke level 6.426. Koreksi ini mencerminkan tingginya tekanan jual di pasar saham domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global.

Tidak hanya pasar saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga mengalami tekanan. Pada perdagangan hari yang sama, mata uang Garuda tercatat berada di posisi Rp 17.660 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini sejalan dengan penguatan dolar AS yang terdorong oleh spekulasi pengetatan moneter lebih lanjut oleh The Fed serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah memanasnya situasi geopolitik.

Ulasan dan Analisis Pasar Keuangan

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kombinasi antara kenaikan harga minyak, ketegangan kawasan Timur Tengah, dan perkiraan arah suku bunga acuan The Fed memicu penyesuaian strategi investasi di berbagai instrumen pasar keuangan. Kondisi ini membuat pelaku pasar terus mencermati pergerakan sektor-sektor yang paling terdampak maupun yang berpotensi bertahan di tengah dinamika ekonomi global.

Ulasan lebih mendalam mengenai kondisi pasar modal serta analisis pergerakan nilai tukar rupiah ini dibahas secara komprehensif oleh Andi Shalini bersama FX Analyst CNBC Indonesia, Elvan Chandra Widyatama, dalam program Power Lunch di CNBC.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IHSGRupiahthe fedPasar Keuangan

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap