Kawasan ruang terbuka SCBD Park, Jakarta, kembali dipadati pelaku usaha kreatif dan pengunjung lewat perhelatan Pasar Wiwitan SCBD pada 5–6 September 2026. Edisi kedua ini menjadi ruang temu publik sekaligus sarana transaksi bagi jenama lokal, perajin, kuliner, dan berbagai komunitas kreatif di tengah pusat bisnis ibu kota.
Inisiatif ini dirancang oleh The Local Market bekerja sama dengan Creative Event Entertainment (CEE) sebagai sebuah konsep creative marketplace berkala. Setelah mendapat sambutan positif pada agenda perdananya di bulan Agustus, pasar tematik ini dijadwalkan hadir secara rutin setiap akhir pekan di awal bulan.
Selain mewadahi kegiatan berbelanja dan kewirausahaan, gelaran ini menggabungkan unsur hiburan, lokakarya (workshop), dan aktivitas komunitas. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan pelaku usaha lokal independen serta mengikuti beragam program kreatif di area tersebut.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Kolaborasi Lintas Sektor dan Edukasi Publik
Penyelenggaraan The Local Market ID – Pasar Wiwitan SCBD terlaksana berkat dukungan pengelola kawasan SCBD, Artha Graha Peduli (AGP), dan Artha Graha Network. Kehadiran kolaborasi lintas pihak ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperluas akses ruang publik bagi masyarakat.
Pada edisi September 2026, Artha Graha Peduli secara khusus mendirikan Paviliun AGP yang difungsikan sebagai sarana edukasi pengunjung. Program edukasi yang dihadirkan mencakup konservasi lingkungan hidup bersama Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan lewat Arthakes, hingga simulasi keamanan dan keselamatan kebakaran dari Damkar SGA.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Direktur Creative Event Entertainment (CEE) Ananta Pribadi menyatakan bahwa kolaborasi dengan The Local Market ID melalui Pasar Wiwitan SCBD merupakan langkah strategis guna menghadirkan ruang publik yang inklusif dan produktif. Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang tidak hanya berfokus pada sokongan bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga mengintegrasikan nilai edukasi sosial dan kepedulian lingkungan secara langsung kepada masyarakat luas.






