tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Peluang Ekonomi Kreatif bagi Penyandang Disabilitas Melalui Industri Fesyen

Andi SompaDiterbitkan 9 Agu 2026 - 15.41 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Peluang Ekonomi Kreatif bagi Penyandang Disabilitas Melalui Industri Fesyen
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Bagaimana cara penyandang disabilitas di Indonesia dapat mengakses peluang ekonomi yang setara ketika akses lapangan kerja konvensional masih sangat terbatas? Pertanyaan ini menjadi krusial mengingat tantangan besar yang dihadapi oleh kelompok disabilitas dalam menembus pasar kerja formal. Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan pada tahun 2025, tingkat partisipasi angkatan kerja dari sekitar 17 juta penyandang disabilitas usia produktif di tanah air baru mencapai angka 20,14 persen. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa sebagian besar penyandang disabilitas usia produktif belum terserap oleh sektor lapangan kerja umum, sehingga diperlukan alternatif kreatif untuk membuka jalan bagi kemandirian ekonomi mereka.

Salah satu solusi alternatif yang kini berkembang adalah melalui pemanfaatan industri kreatif atau ekonomi kreator. Wadah seperti Dama Kara Foundation, sebuah lembaga yang didirikan pada tahun 2024, hadir untuk menjembatani potensi seni penyandang disabilitas agar memiliki nilai ekonomi. Pendekatan yang diinisiasi oleh Nurdini Prihastiti selaku pendiri Dama Kara sekaligus CEO Dama Kara Foundation ini berfokus pada pengembangan bakat menggambar. Melalui wadah ini, keterbatasan fisik maupun mental bukan lagi menjadi penghalang bagi seseorang untuk menghasilkan karya yang bernilai jual tinggi di pasar fesyen.

Untuk memahami bagaimana ruang berkarya ini dapat menghasilkan dampak ekonomi yang nyata, alur pembinaan yang diterapkan oleh yayasan tersebut dirancang dengan sangat terstruktur. Program pembinaan dimulai dari tahap awal, yaitu proses seleksi peserta. Setelah lolos seleksi, para peserta mendapatkan fasilitas kelas menggambar secara intensif. Keunikan dari kelas menggambar ini terletak pada metode pendampingannya yang dilakukan secara personal atau one on one oleh seorang fasilitator seni (art facilitator). Pendampingan satu lawan satu ini memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan perhatian penuh dan bimbingan yang sesuai dengan karakter serta kebutuhan masing-masing dalam mengekspresikan ide visual mereka.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Seluruh kebutuhan selama proses belajar dan berkarya ini disediakan sepenuhnya secara gratis oleh pihak yayasan. Peserta tidak dibebani biaya apa pun, mulai dari penyediaan alat-alat gambar hingga jasa fasilitator seni yang mendampingi mereka. Sistem pendanaan program ini berjalan secara mandiri dan berkelanjutan, di mana sebagian dari hasil penjualan koleksi produk fesyen dialokasikan kembali untuk mendukung operasional kelas dan penyediaan fasilitas bagi para peserta disabilitas. Dengan demikian, ekosistem ekonomi yang terbentuk dapat terus berputar secara mandiri tanpa membebani para peserta.

Hasil coretan tangan dan gambar yang dihasilkan oleh para peserta tidak berhenti di atas kertas saja. Karya-karya visual tersebut kemudian dikembangkan secara kreatif melalui berbagai kegiatan seperti lokakarya dan pameran seni. Lebih jauh lagi, karya gambar tersebut diaplikasikan langsung ke dalam produk fesyen siap pakai. Untuk memberikan nilai tambah estetika dan budaya, gambar dari para peserta dipadukan dengan wastra atau kain tradisional khas Indonesia. Kolaborasi seni visual modern dari penyandang disabilitas dan keindahan wastra tradisional ini diterapkan pada berbagai jenis pakaian, mulai dari kebaya, baju luaran, hingga rok.

Melalui transformasi karya seni menjadi produk pakaian berkualitas tinggi, pasar yang dijangkau pun menjadi sangat luas. Produk-produk fesyen hasil kolaborasi dengan penyandang disabilitas ini tidak hanya diminati oleh konsumen domestik, tetapi juga telah berhasil menembus pasar internasional. Dama Kara tercatat telah memasarkan produk-produk buatannya ke beberapa negara di Asia, seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Korea Selatan. Ekspansi pasar ke mancanegara ini membuktikan bahwa karya dari para penyandang disabilitas memiliki daya saing global dan nilai komersial yang kuat.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Selain dipasarkan secara langsung ke konsumen luar negeri, produk fesyen tersebut juga mendapatkan apresiasi di panggung mode internasional. Koleksi pakaian yang memuat karya para peserta telah dipamerkan dalam berbagai ajang fesyen bergengsi di Prancis dan Korea Selatan. Kehadiran produk ini di panggung internasional menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi kualitas karya seni untuk diakui secara global, sekaligus membuka mata publik internasional terhadap potensi ekonomi kreator disabilitas dari Indonesia.

Melalui siklus pembinaan, produksi, hingga pemasaran global ini, ruang berkarya kreatif terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi penyandang disabilitas. Program ini tidak hanya melatih keterampilan teknis menggambar, tetapi juga memberikan jalur langsung bagi karya mereka untuk dikomersialkan secara profesional. Dengan model pemberdayaan yang terintegrasi ini, para peserta mendapatkan kesempatan nyata untuk menghasilkan pendapatan dari karya mereka sendiri, sekaligus membuktikan bahwa inklusi ekonomi dapat dicapai melalui jalur industri kreatif dan fesyen.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap