tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Peluang Kerja Hijau di Wilayah Pedesaan Lewat Program Sertifikasi Operator PLTS

Retno PurwantoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 01.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Peluang Kerja Hijau di Wilayah Pedesaan Lewat Program Sertifikasi Operator PLTS
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pembangunan ekonomi di tingkat desa kini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor pertanian atau perkebunan konvensional. Di berbagai pelosok Indonesia, muncul sebuah profesi baru yang berfokus pada pengelolaan energi terbarukan secara mandiri. Melalui inisiatif peningkatan kapasitas masyarakat, warga desa kini dapat mengambil peran sebagai operator teknis pembangkit listrik surya, yang tidak hanya menghadirkan terang tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di wilayah mereka secara berkelanjutan.

Dua sosok yang mencerminkan perubahan ini adalah Alfredo Nicholas Saputra Kolin di Papua Barat Daya dan Burhanudin di Nusa Tenggara Barat. Meskipun dipisahkan oleh jarak geografis yang sangat jauh, keduanya memiliki tanggung jawab serupa sebagai penggerak lokal dalam program Desa Energi Berdikari yang diinisiasi oleh PT Pertamina (Persero). Alfredo, yang menetap di Kampung Posa, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, secara berkala memantau kondisi fisik dan kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 3,3 kWp. Energi yang dihasilkan dari instalasi ini digunakan khusus untuk mengoperasikan sistem penyaringan air bersih (Solar Water Treatment) bagi warga sekitar. Keberadaan sistem ini sangat penting untuk memastikan pasokan air bersih yang layak konsumsi tetap tersedia bagi komunitas lokal secara mandiri.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Sementara itu, di Desa Tumpak, Kabupaten Lombok Tengah, Burhanudin mengelola operasional PLTS dengan kapasitas yang lebih besar, yakni 6,6 kWp. Di desa ini, pasokan listrik dari tenaga surya tersebut difokuskan untuk menggerakkan mesin produksi Virgin Coconut Oil (VCO) berdaya 5.500 watt yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat Tani Hutan Bina Lestari. Dua pendekatan ini menunjukkan bagaimana pemanfaatan energi terbarukan disesuaikan dengan kebutuhan mendasar masing-masing wilayah, baik untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih di Papua maupun untuk hilirisasi produk pertanian guna meningkatkan pendapatan petani lokal di Lombok Tengah.

Baca Juga

Detail Kasus Tabrakan Maut Mobil Polisi di Lampu Merah Bone

Detail Kasus Tabrakan Maut Mobil Polisi di Lampu Merah Bone

Untuk memastikan keberlanjutan operasional infrastruktur tersebut, pembinaan kapasitas teknis menjadi faktor penentu. Para pengelola lokal ini tidak sekadar diajari cara menghidupkan mesin, melainkan dibekali dengan sertifikasi kompetensi resmi. Pada periode 5 hingga 7 Agustus 2026, misalnya, sebanyak 21 pengelola lokal mengikuti sertifikasi di Balkondes Wringin Putih, Borobudur, Magelang. Ujian sertifikasi ini menghasilkan dokumen resmi berupa Sertifikat Junior Operator PLTS yang dikeluarkan oleh PPSDM KEBTKE Kementerian ESDM. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 128 orang penggerak lokal di seluruh Indonesia yang berhasil mendapatkan sertifikasi kompetensi tersebut.

Menurut data dari pihak penyelenggara program yang disampaikan oleh Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), program Desa Energi Berdikari ini telah menjangkau 262 desa di seluruh Indonesia. Secara keseluruhan, program ini telah menghasilkan kapasitas energi terbarukan terpasang sebesar 1.302.700 Wp yang bersumber dari tenaga surya, mikrohidro, serta sistem hibrida angin-surya. Selain itu, terdapat produksi biogas dan metana sebesar 959.302 meter kubik yang turut mendukung kebutuhan energi harian warga di berbagai daerah terpencil.

Baca Juga

Tuntutan Hukum Kasus Ledakan Kapal MT Federal II di PT ASL Shipyard Batam

Tuntutan Hukum Kasus Ledakan Kapal MT Federal II di PT ASL Shipyard Batam

Dampak ekonomi dari pemanfaatan energi terbarukan ini cukup signifikan bagi masyarakat pedesaan. Program ini tercatat mampu menciptakan nilai ekonomi hingga Rp 5,65 miliyar per tahun di seluruh wilayah jangkauannya. Kehadiran pasokan listrik yang stabil dan murah membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha mikro secara mandiri atau menekan biaya operasional produksi pertanian. Secara total, manfaat dari program kemandirian energi ini telah dirasakan oleh 283.841 jiwa, termasuk di antaranya 62 penyandang disabilitas yang ikut merasakan dampak positif dari kemudahan akses energi dan air bersih.

Inisiatif ini juga dirancang untuk mendukung program Asta Cita pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dari level terbawah. Selain itu, program ini berkontribusi langsung pada pencapaian beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 mengenai Pendidikan Berkualitas melalui pelatihan teknis, Tujuan 7 terkait Energi Bersih dan Terjangkau, Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Tujuan 11 untuk Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta Tujuan 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim. Melalui pembekalan keterampilan teknis yang tersertifikasi, warga desa kini memiliki modal keahlian baru untuk mengelola aset energi secara mandiri tanpa harus bergantung penuh pada bantuan teknisi dari luar daerah.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Energi TerbarukanSertifikasi KompetensiDesa Energi BerdikariPeluang Kerja Hijau

Berita Terbaru Lainnya

Detail Kasus Tabrakan Maut Mobil Polisi di Lampu Merah BoneTuntutan Hukum Kasus Ledakan Kapal MT Federal II di PT ASL Shipyard BatamKebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul MuisPasar Murah Pemprov Jatim dan Perum Bulog di Sidoarjo Bantu Daya Beli WargaTanggapan Bahlil Lahadalia Usai Menerima Rapor Memuaskan dari Presiden PrabowoCara Memeriksa Dukungan eSIM di iPhone dan AndroidAksi Paper Mob Siswa Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan Menyambut Menteri SosialFaktor Utama di Balik Lonjakan IHSG hingga Tembus Level Psikologis 6.400

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap