Pencarian terhadap rombongan peliputan yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus berlanjut setelah sebuah dokumentasi visual terakhir terkonfirmasi sempat terkirim sesaat sebelum sambungan komunikasi terputus total. Sebanyak lima jurnalis dan tiga kru kapal dinyatakan hilang saat melakukan perjalanan laut untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Foto terakhir tersebut dikirimkan oleh pemandu wisata kapal, Heriyanto, ke sebuah grup percakapan WhatsApp pada Senin (7/9/2026) pukul 18.13 WIB. Dalam pesan visual tersebut, terlihat pemandangan Gunung Anak Krakatau yang sedang mengeluarkan asap tanpa terhalang pulau lain di sekitarnya. Saat mengirim gambar, Heriyanto mengabarkan bahwa posisi mereka sudah berada di dekat gunung berapi tersebut.
Rekan sesama pemandu wisata, Yandi, mengungkapkan bahwa foto tersebut kemungkinan diambil antara pukul 16.00 hingga 17.00 WIB dan baru berhasil terkirim ketika perangkat ponsel Heriyanto sempat menangkap sinyal seluler sesaat. Upaya komunikasi lanjutan langsung terputus setelah pesan tersebut terkirim.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Yandi sempat membalas kiriman foto itu melalui pesan langsung ke nomor pribadi Heriyanto, namun pengiriman pesan pribadi tersebut hanya berstatus centang satu atau tidak tersampaikan ke penerima.
Titik Lokasi dan Upaya Pencarian SAR
Berdasarkan pengamatan pegiat wisata Krakatau dan Yandi, foto yang dikirimkan Heriyanto diperkirakan diambil dari area perairan sekitar Pulau Sertung. Rombongan kapal tersebut diketahui berangkat melaut dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten.
Delapan orang yang berada di atas speedboat tersebut meliputi lima orang jurnalis: M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), serta jurnalis lepas Donal Husni. Sementara itu, tiga awak kapal yang mendampingi adalah nakhoda Warta, ABK Sukarman, dan pemandu wisata Heriyanto.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pada Rabu (9/9/2026), istri dari jurnalis ANTARA Bagus Khoirunnas, Desi, mendatangi Pos SAR Nasional di Pantai Marina Carita, Pandeglang, dan berbincang langsung dengan Gubernur Banten Andra Soni. Desi meminta Tim SAR untuk menyisir dan memeriksa Pulau Sertung menyusul adanya pembicaraan sebelumnya mengenai kemungkinan rombongan jurnalis turun di pulau tersebut.
Kondisi area pencarian di sekitar lokasi memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pulau Sertung bersama Pulau Rakata dan Krakatau berada dalam radius bahaya 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau, yang saat ini berstatus Level III atau Siaga dan harus dihindari dari aktivitas jarak dekat.






