Langkah awal pembangunan ekonomi berbasis komunitas resmi dimulai di wilayah timur Indonesia. Kementerian Koperasi bersama Pemerintah Kabupaten Yahukimo baru saja melaksanakan peletakan batu pertama untuk proyek Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Langkah kolaboratif ini menandai dimulainya upaya integrasi ekonomi lokal ke dalam jaringan yang lebih terstruktur dan berbadan hukum resmi. Pembangunan fisik ini diharapkan menjadi wadah baru bagi masyarakat setempat untuk mengelola hasil bumi secara mandiri, meningkatkan posisi tawar mereka di pasar, serta membuka jalur distribusi yang lebih adil bagi para produsen kecil di desa-desa.
Bagi wilayah yang masuk dalam kategori Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) seperti Yahukimo, proyek ini membawa misi ekonomi yang cukup besar. Pemerintah pusat melalui Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang sebagai bagian dari perubahan arah ekonomi nasional. Pemerintah ingin menggeser model ekonomi yang cenderung liberal kapitalistik menjadi sistem yang lebih mengutamakan asas kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong. Visi besar ini merupakan salah satu program prioritas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penyebaran KDKMP di seluruh penjuru tanah air demi pemerataan kesejahteraan.








