Satu orang wisatawan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka setelah terjatuh dari tebing saat berswafoto di Pantai Semeti, Kecamatan Praya Barat. Peristiwa tragis yang terjadi pada hari Minggu sekitar pukul 12.00 WITA ini memicu langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Melalui Dinas Pariwisata setempat, pemerintah daerah kini merencanakan pembaruan rambu bahaya di berbagai destinasi wisata guna menekan risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.
Mengapa Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memutuskan untuk memperbarui rambu bahaya di kawasan wisata saat ini?
Keputusan untuk melakukan pembaruan ini didorong oleh kondisi rambu peringatan yang ada di lapangan serta terjadinya kecelakaan fatal yang menimpa wisatawan. Lali Muhammad Hatta selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah menjelaskan bahwa sebenarnya rambu-rambu bahaya telah dipasang di seluruh lokasi wisata. Namun, saat ini sebagian besar dari fasilitas keselamatan tersebut dalam kondisi rusak atau bahkan telah hilang. Urgensi pembenahan ini semakin menguat setelah insiden di Pantai Semeti, di mana para pengunjung memerlukan panduan keselamatan visual yang jelas demi menghindari titik-titik ekstrem.








