Polda Metro Jaya memastikan akan mengagendakan pemeriksaan terhadap artis sekaligus presenter Vicky Prasetyo. Langkah kepolisian ini berkaitan dengan adanya dua laporan yang menjerat figur publik tersebut. Dalam konteks ekonomi digital dan literasi keuangan, memahami dinamika kasus dugaan penipuan maupun penggelapan dana merupakan langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan publik terhadap risiko transaksi. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai perkara yang sedang berjalan di kepolisian berdasarkan informasi resmi terkini.
Apa saja dugaan tindak pidana yang menjerat Vicky Prasetyo dalam kasus ini?
Berdasarkan keterangan kepolisian, Vicky Prasetyo dilaporkan atas dua kasus berbeda yang melibatkan dugaan tindak pidana keuangan. Tuduhan yang dilayangkan kepadanya mencakup dugaan penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang atau TPPU. Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menerima dua laporan tersebut dan memastikan bahwa penyidik akan segera memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Bagaimana perkembangan proses hukum pada laporan pertama?
Laporan pertama diajukan oleh seorang pelapor yang diidentifikasi dengan inisial RAS. Pada laporan ini, dugaan tindak pidana yang disangkakan meliputi penipuan, penggelapan, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU). Saat ini, perkara dari laporan RAS telah mengalami peningkatan status hukum dan sudah naik ke tahap penyidikan. Peningkatan status ke tahap penyidikan ini diputuskan setelah tim penyidik Polda Metro Jaya menggelar perkara dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berapa nilai kerugian materiil yang tercatat pada laporan pertama?
AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menyebutkan bahwa nilai kerugian materiil yang dilaporkan dalam kasus pertama oleh pelapor berinisial RAS mencapai sekitar Rp500 juta. Kendati angka perkiraan tersebut telah disebutkan, pihak kepolisian menegaskan bahwa jumlah itu belum mencakup keseluruhan potensi kerugian. Di luar nominal Rp500 juta tersebut, masih terdapat serangkaian perjanjian lain dan permasalahan yang berkaitan dengan aset, atau berupa aset, yang hingga saat ini belum dirincikan secara mendetail oleh penyidik.
Apa yang membedakan laporan kedua dari laporan pertama?
Laporan kedua terhadap Vicky Prasetyo dilayangkan oleh seseorang berinisial TA pada bulan Juli 2026. Laporan ini secara spesifik berfokus pada dugaan penipuan dan atau penggelapan. Berbeda dengan laporan dari RAS yang perkaranya sudah naik ke tahap penyidikan, kasus kedua ini masih berada dalam tahap pendalaman oleh para penyidik kepolisian. Proses hukum yang berbeda tahap ini menunjukkan bahwa kepolisian masih mengumpulkan dan memverifikasi data awal sebelum mengambil langkah hukum selanjutnya.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Mengapa nilai kerugian pada laporan kedua belum dapat dipastikan?
Hingga saat ini, nilai kerugian pasti dari laporan kedua yang diajukan oleh pelapor TA belum dapat diumumkan oleh pihak kepolisian. Hal ini disebabkan oleh adanya bukti-bukti pendukung baru yang diserahkan oleh pelapor kepada kepolisian. Menurut keterangan AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, bukti-bukti baru tersebut masih terus dipelajari dan dievaluasi oleh penyidik. Oleh karena itu, rincian kerugian untuk kasus kedua ini belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut.
Kapan jadwal pemeriksaan resmi terhadap Vicky Prasetyo akan dilaksanakan?
Meskipun kepolisian telah memastikan akan memanggil Vicky Prasetyo, jadwal pasti pemeriksaannya belum ditetapkan. AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menjelaskan bahwa waktu pemeriksaan masih dibahas secara internal oleh tim penyidik Polda Metro Jaya. Kepolisian berjanji akan memberikan pembaruan informasi lebih lanjut setelah agenda pemanggilan tersebut resmi dijadwalkan oleh tim yang menangani perkara ini.






