Kemarau panjang yang berlangsung lebih dari tiga bulan memicu krisis air bersih di wilayah Cibarusah dan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipamingkis, Kabupaten Bekasi. Aliran sungai yang biasanya deras kini menyusut drastis dan hanya menyisakan kubangan-kubangan dangkal di sekitar area bendungan.
Kondisi ini menyulitkan masyarakat setempat dalam memenuhi kebutuhan pokok harian hingga mengganggu sektor pertanian dan peternakan.
Bagaimana Kondisi Terkini Aliran Sungai Cipamingkis?
Debit air di sepanjang Sungai Cipamingkis mengalami penurunan signifikan setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama lebih dari tiga bulan. Area bendungan yang semula menampung aliran air deras kini tampak mengering.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Warga di kawasan Cibarusah memanfaatkan sisa kubangan dangkal di dasar sungai untuk keperluan sanitasi, mulai dari mandi, mencuci pakaian, hingga membersihkan kendaraan, akibat ketiadaan pasokan air alternatif yang memadai.
Sektor Apa Saja yang Terdampak Kekeringan Ini?
Krisis air di DAS Cipamingkis berdampak langsung pada beberapa sektor kehidupan warga:
Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

- Kebutuhan Rumah Tangga: Warga kesulitan memperoleh pasokan air bersih harian untuk konsumsi dan kebersihan.
- Pertanian: Pasokan air untuk lahan persawahan dan perkebunan terhambat drastis.
- Peternakan: Ketersediaan air minum dan pemeliharaan hewan ternak warga terganggu.
Masalah pasokan ini kian berat karena infrastruktur sistem irigasi di wilayah tersebut dilaporkan belum beroperasi secara optimal.
Apa Penyebab Debit Air Sungai Cipamingkis Menyusut Drastis?
Selain faktor cuaca kemarau yang berkepanjangan, berkurangnya debit air dipengaruhi oleh degradasi lingkungan di area tangkapan air:
- Alih Fungsi Lahan Hulu: Kawasan hutan di hulu DAS Cipamingkis telah banyak beralih fungsi menjadi area perladangan, permukiman warga, hingga kawasan perumahan.
- Menyusutnya Mata Air: Berkurangnya tutupan hutan menyebabkan titik-titik mata air alami mengalami penurunan debit saat musim kemarau tiba.
- Penurunan Daya Resap Tanah: Hilangnya vegetasi alami mengurangi luas area resapan air, sehingga tanah kehilangan kapasitas optimal untuk menampung dan menyimpan cadangan air hujan bagi musim kemarau.






