Lonjakan harga bahan bakar dan ketegangan pasokan energi global membayangi stabilitas ekonomi setelah para penasehat Gedung Putih memperkirakan konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi berlanjut hingga 2029. Di pasar domestik AS, data American Automobile Association (AAA) mencatat rata-rata harga bensin telah menembus angka $4,22 per galon pada hari Rabu, melonjak dari $4,01 pada bulan sebelumnya dan jauh melampaui posisi tahun lalu yang berada di level $3,19 per galon.
Berdasarkan pembahasan internal yang melibatkan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio bersama Presiden Donald Trump, Teheran dinilai masih memiliki kapasitas untuk bertahan melawan blokade ekonomi serta tekanan militer AS. Dinamika ini diperkirakan dapat memperpanjang gesekan hingga melewati Hari Pelantikan presiden AS berikutnya pada Januari 2029, meskipun Trump sempat menyatakan kepada awak media bahwa perang akan segera berakhir pascapemilihan paruh waktu (midterm) bulan November.
Pergeseran Strategi dan Operasi Pengasingan Ekonomi
Konflik militer yang telah berlangsung selama tujuh bulan ini tercatat telah merenggut 18 korban jiwa dari kalangan personel militer AS. Menghadapi situasi tersebut, Menteri Keuangan Scott Bessent merancang strategi bertajuk "Operasi Pengasingan Ekonomi" sebagai langkah alternatif untuk menekan Iran tanpa harus melancarkan operasi tempur skala besar secara langsung.
Was-was Menanti Kebijakan The Fed, Rupiah Melemah ke Rp 17.705 per Dolar AS

Juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, menegaskan bahwa pemerintah telah menerapkan blokade angkatan laut serta sanksi ketat guna melemahkan kemampuan militer dan aktivitas ekonomi Iran. Eskalasi taktis di lapangan tetap memanas, ditandai dengan aksi militer AS yang menghancurkan lima kapal tanker minyak milik Iran pada hari Selasa setelah Teheran menargetkan sejumlah kapal militer AS di kawasan tersebut.
Penempatan Pasukan dan Pengamanan Teluk
Untuk menjaga stabilitas operasional di kawasan Teluk, Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah memperpanjang masa penugasan sejumlah pasukan di Timur Tengah hingga tahun 2027. Pentagon juga menyusun rencana untuk memperpanjang penempatan unit-unit pertahanan udara tanpa batas waktu yang ditentukan. Unit-unit penangkal rudal dan drone tersebut merupakan bagian dari sekitar 50.000 personel militer yang disiagakan di wilayah Teluk.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Rotasi militer terus berjalan secara berkala. Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang tiba pada Maret telah digantikan oleh Unit Ekspedisi Marinir ke-11 pada Juni, sementara unit ketiga dijadwalkan menyusul pada musim gugur. Selain pengerahan marinir, Angkatan Udara AS merotasi skuadron tempur dengan menerjunkan jet tempur F-16 Garda Nasional Udara guna menggantikan armada yang ditarik kembali ke Pangkalan Udara Aviano di Italia.






