tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Digital Economy

Pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dan Masa Depan Kebijakan Moneter

Wahyu SuryaniDiterbitkan 10 Agu 2026 - 18.12 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dan Masa Depan Kebijakan Moneter
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Presiden Prabowo secara resmi telah mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal untuk menduduki posisi sebagai Gubernur Bank Indonesia. Keputusan strategis ini segera menarik perhatian dari berbagai kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi di tanah air. Salah satu tanggapan datang dari Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian. Dalam penilaian yang disampaikannya di Jakarta pada hari Senin, 10 Agustus 2026, Fakhrul menyatakan bahwa langkah Presiden Prabowo yang menunjuk Destry Damayanti sebagai calon tunggal merupakan sebuah keputusan yang sangat tepat. Hal ini dinilai krusial terutama dalam rangka menjaga kesinambungan kebijakan moneter yang selama ini telah berjalan di Bank Indonesia.

Menurut pandangan Fakhrul Fulvian, salah satu alasan utama mengapa Destry Damayanti dipandang sebagai figur yang tepat adalah karena rekam jejak dan pengalamannya yang sangat luas dan komprehensif. Pengalaman profesional Destry mencakup berbagai sektor penting dalam ekosistem keuangan nasional. Destry tercatat memiliki rekam jejak yang merentang mulai dari dunia akademik, industri pasar keuangan, sektor perbankan, hingga kiprahnya di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta di lingkungan internal bank sentral itu sendiri. Kombinasi pengalaman yang mencakup ranah praktis, akademis, regulasi penjaminan, hingga kebijakan moneter ini menjadi modal berharga untuk memimpin institusi sebesar Bank Indonesia.

Lebih lanjut, tantangan yang akan dihadapi oleh Gubernur Bank Indonesia di masa mendatang diprediksi akan jauh lebih kompleks dan tidak lagi sederhana. Fakhrul Fulvian menggarisbawahi bahwa tugas yang menanti pemimpin bank sentral berikutnya tidak hanya akan terbatas pada urusan konvensional seperti mengelola tingkat inflasi atau melakukan penyesuaian suku bunga acuan semata. Saat ini, bank sentral di seluruh dunia, termasuk Bank Indonesia, tengah memasuki sebuah era baru yang sangat dinamis. Era baru ini secara mendasar dibentuk oleh perkembangan dan perubahan teknologi yang sangat cepat, kehadiran kecerdasan artifisial (AI), serta proses digitalisasi yang terjadi di berbagai lini sektor keuangan.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Fakhrul juga mengingatkan bahwa fenomena dan perubahan ekonomi yang sedang terjadi saat ini bukanlah sekadar fluktuasi siklus ekonomi jangka pendek biasa yang bersifat sementara. Apa yang sedang dihadapi oleh perekonomian saat ini adalah perubahan struktur ekonomi dunia secara fundamental. Berbagai faktor global turut memicu pergeseran ini, mulai dari terjadinya fragmentasi pada perdagangan global, adanya perubahan arah rantai pasok dunia, proses transisi menuju energi baru dan terbarukan, perubahan demografi masyarakat global, hingga meningkatnya ketidakpastian geopolitik internasional. Semua faktor ini menuntut bank sentral untuk memiliki kepemimpinan yang adaptif dan visioner demi menavigasi ketidakpastian tersebut.

Dalam konteks domestik, setelah bank sentral berhasil melakukan berbagai upaya stabilisasi, tantangan berikutnya yang tidak kalah penting adalah bagaimana menerjemahkan stabilitas yang telah dicapai tersebut ke dalam sektor riil dan keuangan secara lebih luas. Bank Indonesia di bawah kepemimpinan berikutnya dituntut untuk dapat memastikan bahwa stabilitas yang ada mampu bertransformasi menjadi kondisi likuiditas yang lebih sehat di pasar. Selain itu, efektivitas transmisi kebijakan moneter juga harus terus ditingkatkan agar setiap keputusan yang diambil oleh bank sentral dapat tersalurkan dengan baik dan memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian nasional.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Untuk menghadapi seluruh tantangan dan dinamika ekonomi tersebut, independensi bank sentral harus tetap dijaga dan diletakkan sebagai fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan moneter. Namun demikian, independensi ini tidak berarti bank sentral bekerja secara terisolasi. Menurut Fakhrul, koordinasi yang erat dan harmonis dengan para pemangku kebijakan lainnya di pemerintahan dan sektor keuangan tetap menjadi hal yang mutlak diperlukan. Sinergi antara independensi kebijakan moneter dan koordinasi lintas sektoral inilah yang diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional secara berkelanjutan di masa-masa mendatang.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaKebijakan MoneterDestry Damayanti

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap