tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Hijau

Penerapan Konsep Silvofishery, Solusi Ekonomi Petambak dan Rehabilitasi Mangrove di Kutai Kartanegara

Wulan WijayaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 04.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penerapan Konsep Silvofishery, Solusi Ekonomi Petambak dan Rehabilitasi Mangrove di Kutai Kartanegara
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Desa Sepatin, yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu wilayah sasaran program rehabilitasi mangrove. Pada tahap awal, sebagian petambak di kawasan tersebut merasa enggan untuk mengikuti program pemulihan ekosistem pesisir ini. Kekhawatiran utama yang muncul di kalangan masyarakat adalah potensi terganggunya aktivitas budidaya di tambak akibat kegiatan penanaman pohon. Bagi para petambak, menjaga produktivitas area budidaya merupakan hal yang sangat penting untuk menopang perekonomian mereka. Oleh karena itu, keraguan untuk berpartisipasi dalam program lingkungan ini menjadi tantangan nyata yang harus diselesaikan agar pelestarian alam dan perputaran ekonomi dapat berjalan selaras.

Keengganan masyarakat pesisir tersebut bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh pengalaman pelaksanaan program rehabilitasi pada masa sebelumnya. Pada program terdahulu, penanaman mangrove diterapkan pada hampir seluruh area tambak milik warga. Pola penanaman yang terlalu masif ini memicu kekhawatiran petambak bahwa area tambak mereka akan menjadi kotor sehingga produksi budidaya harian menjadi terganggu. Di samping kendala teknis tersebut, terdapat pula kekhawatiran lain di kalangan petambak bahwa lahan mereka akan diambil alih oleh pemerintah jika mereka mengikuti program rehabilitasi. Kekhawatiran mengenai hilangnya aset ekonomi ini sempat menjadi penghalang signifikan dalam upaya pemulihan ekosistem mangrove berbasis masyarakat.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Untuk mengatasi kekhawatiran terkait kepemilikan lahan, Kementerian Kehutanan telah menyampaikan secara langsung kepada masyarakat bahwa tidak ada tambak yang akan direbut paksa oleh pemerintah ketika warga mengikuti kegiatan rehabilitasi mangrove. Kepastian hukum dan jaminan atas aset ini menjadi langkah awal yang penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat pesisir. Sejalan dengan hal tersebut, program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Kalimantan Timur hadir dengan pendekatan partisipatif yang secara langsung melibatkan kelompok masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa perbaikan ekosistem tidak akan mengorbankan potensi ekonomi dari tambak yang sudah beroperasi.

Baca Juga

Syarat Lengkap dan Prosedur Adopsi Anak Melalui UPT PPSAB Sidoarjo

Syarat Lengkap dan Prosedur Adopsi Anak Melalui UPT PPSAB Sidoarjo

Sebagai solusi atas kendala teknis penanaman, program M4CR menawarkan penerapan konsep tambak ramah lingkungan yang dikenal dengan istilah silvofishery. Konsep silvofishery ini merupakan sebuah perpaduan antara operasional tambak dengan vegetasi mangrove. Melalui pola tanam yang berbeda dari program sebelumnya, fungsi budidaya ekonomi dan pelestarian lingkungan kini dapat berjalan berdampingan tanpa saling mengganggu. Penanaman mangrove tidak lagi dilakukan di seluruh area tambak, melainkan hanya ditempatkan pada porsi-porsi tertentu. Pendekatan ini memastikan ruang budidaya utama yang menjadi sumber pendapatan petambak sama sekali tidak dikorbankan.

Di Desa Sepatin, implementasi konsep silvofishery ini digerakkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Peduli Hutan Mangrove yang diketuai oleh Suwardi. Berdasarkan catatan pelaksanaan program, kelompok ini telah menerapkan pola tanam silvofishery pada kawasan tambak dengan luas penanaman mencapai 31 hektare pada tahun 2025. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan target penanaman seluas 29 hektare pada tahun 2026 yang saat ini masih terus berlangsung. Dari hasil penanaman yang dilakukan pada tahun 2025, KTH Peduli Hutan Mangrove berhasil mencatat tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mangrove sebesar 61 persen di area lahan tambak tersebut.

Baca Juga

Rincian Anggaran dan Progres Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Tahap Tiga

Rincian Anggaran dan Progres Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Tahap Tiga

Penerapan pola silvofishery ini perlahan mulai membuahkan hasil positif dalam mengubah persepsi masyarakat setempat. Dalam acara Temu Media bersama Masyarakat Pesisir Desa Sepatin pada hari Jumat, Suwardi menyampaikan bahwa terdapat sedikit peningkatan minat masyarakat untuk merehabilitasi lahan mangrovenya pada periode tahun 2025 sampai dengan tahun 2026. Peningkatan ketertarikan ini terjadi karena masyarakat dapat melihat langsung efektivitas tipe pola tanam baru yang dibawa oleh program M4CR. Pendekatan ini membuktikan bahwa pemulihan ekosistem pesisir dan keberlangsungan aktivitas ekonomi para petambak dapat diwujudkan secara bersamaan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

silvofisheryrehabilitasi mangroveKutai Kartanegaraekonomi petambakM4CR

Berita Terbaru Lainnya

Laba Bersih RAJA Melonjak 88 Persen pada Semester I-2026 Ditopang Proyek StrategisBank Indonesia Minta Perbankan Konsisten Pacu Kredit dan Hindari Penumpukan Dana di SBNMemahami Laju IHSG, Faktor Pendorong Penguatan Indeks Mendekati Level Tertinggi HarianPresiden Prabowo Subianto Temui Pengusaha Kadin Pusat dan Daerah di Istana NegaraStrategi Konsolidasi PT Pollux Hotels Group Tbk Hadapi Era Suku Bunga Tinggi pada 2026Syarat Lengkap dan Prosedur Adopsi Anak Melalui UPT PPSAB SidoarjoRincian Anggaran dan Progres Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Tahap TigaPeluang Monetisasi Konten Digital dari Momentum Kunjungan Aston Villa di Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

Manajemen & Kepemimpinan

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

Ekonomi Digital & Pendapatan

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

31 Jul 2026

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

Ekonomi & Keuangan

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip LitilolyManajemen & Kepemimpinan 路 1 Agu 2026
  2. 2Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  3. 3Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
  4. 4Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi DigitalEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan InflasiEkonomi Digital & Pendapatan 路 31 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap