tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Pengembangan Ekosistem Desa Wisata Sait Buttu Saribu dan Dampaknya bagi UMKM Simalungun

Ance ManoppoDiterbitkan 4 Agu 2026 - 18.12 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pengembangan Ekosistem Desa Wisata Sait Buttu Saribu dan Dampaknya bagi UMKM Simalungun
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Desa Wisata Sait Buttu Saribu yang terletak di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kini menjadi sorotan berkat keberhasilannya dalam menggerakkan ekonomi warga setempat. Melalui integrasi antara potensi alam, komoditas lokal seperti kopi dan madu, serta program pendampingan yang terstruktur, desa ini bertransformasi menjadi pusat kegiatan ekonomi baru. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga lembaga keuangan seperti Bank Indonesia. Untuk memahami lebih dalam mengenai bagaimana ekosistem ekonomi ini terbentuk dan memberikan peluang pendapatan bagi masyarakat, berikut adalah beberapa pertanyaan penting yang sering muncul terkait perkembangan Desa Wisata Sait Buttu Saribu.

Apa peran strategis Kafe Takoma dalam mendukung rantai produksi kopi hasil panen petani lokal?

Kafe Takoma, yang berlokasi di Desa Wisata Sait Buttu Saribu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, berfungsi lebih dari sekadar destinasi wisata kuliner. Kafe ini memiliki peran penting dalam rantai pasok kopi lokal dengan memanfaatkan fasilitas fisiknya untuk membantu petani setempat. Di lantai bawah Kafe Takoma, biji kopi hasil panen petani setempat dijemur sebelum akhirnya diolah menjadi minuman. Proses penjemuran di area kafe ini menunjukkan adanya integrasi langsung antara produsen bahan baku, yaitu petani kopi, dengan unit usaha pengolahan dan penyajian akhir. Keberadaan ruang penjemuran ini mempermudah proses pascaproduksi kopi di tingkat desa sebelum dinikmati oleh para pengunjung.

Bagaimana konsep wisata edukasi penangkaran lebah madu dijalankan di kawasan wisata ini?

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Selain kopi, daya tarik utama lainnya di desa wisata ini adalah Edukasi Wisata Penangkaran Lebah Madu Takoma. Program edukasi ini dirancang khusus untuk mengajak para wisatawan mengenal budidaya lebah tanpa sengat. Melalui kegiatan ini, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan atau membeli produk akhir, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai cara budidaya lebah. Edukasi ini menjadi nilai tambah yang membedakan kawasan wisata Sait Buttu Saribu, sekaligus menciptakan peluang bisnis baru berbasis pengetahuan bagi pengelola setempat.

Siapa saja kelompok masyarakat yang memperoleh manfaat ekonomi dari eksistensi desa wisata ini?

Keberadaan Desa Wisata Sait Buttu Saribu membuka peluang ekonomi yang cukup luas bagi berbagai elemen masyarakat. Manfaat ini tersebar secara merata ke beberapa kelompok. Pertama, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) mendapatkan peran penting dalam mengelola jalannya aktivitas pariwisata. Kedua, para pelaku UMKM setempat dapat memasarkan produk-produk lokal mereka secara langsung kepada wisatawan yang datang. Ketiga, warga desa yang menyediakan berbagai jasa pendukung pariwisata juga turut merasakan dampak positif terhadap pendapatan mereka. Aktivitas pariwisata di desa ini mampu menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha yang inklusif bagi warga sekitar.

Bagaimana keterlibatan Bank Indonesia dalam mendukung kemandirian ekonomi warga sejak tahun 2020?

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Bank Indonesia telah mengambil peran aktif dalam mendampingi masyarakat Desa Wisata Sait Buttu Saribu sejak tahun 2020. Melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, bank sentral ini menjalankan program pendampingan yang terstruktur melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Dukungan yang diberikan berfokus pada pembangunan kapasitas jangka panjang. Pada kelompok budidaya lebah, misalnya, Bank Indonesia membantu pembangunan rumah penangkaran, penyediaan peralatan produksi, hingga pelatihan peningkatan kapasitas pengelola agar mereka dapat menjalankan usahanya secara lebih mandiri.

Apa alasan di balik penerapan pendekatan ekosistem oleh Bank Indonesia dalam program pendampingan ini?

Kepala Grup Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam proses pendampingan di desa wisata ini adalah membangun ekosistem, bukan sekadar membantu satu pelaku usaha. Melalui pendekatan ekosistem, seluruh elemen pendukung usaha saling terhubung dan memperkuat satu sama lain. Sebagai contoh nyata dari pendekatan ini, Bank Indonesia menghadirkan peneliti dan praktisi perlebahan dari berbagai daerah, termasuk Jember. Para ahli ini diundang untuk berbagi pengetahuan dengan warga mengenai teknik budidaya, peningkatan kualitas madu, serta pengelolaan usaha. Dengan cara ini, seluruh komunitas budidaya lebah dapat berkembang bersama dan menciptakan standar kualitas produk yang konsisten.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaUMKMSimalungunDesa Wisata

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap