tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Hijau

Pengembangan Ekosistem Energi Bersih di Jawa Barat dan Potensi Ekonomi Hijau

Lidya RumbayanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 03.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pengembangan Ekosistem Energi Bersih di Jawa Barat dan Potensi Ekonomi Hijau
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Transisi menuju ekosistem ekonomi hijau di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan melalui pemanfaatan limbah sebagai sumber energi terbarukan. PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmen pengembangan energi bersih ini melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi strategis ini berfokus pada upaya memanfaatkan tumpukan sampah untuk diolah menjadi hidrogen rendah karbon, biomethane, dan biofuel. Selain mendukung transisi energi nasional, langkah ini juga dirancang untuk menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah di daerah sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah rencana pemanfaatan gas metana yang berasal dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Sarimukti yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat. Dalam proses pengolahannya, biogas yang berasal dari sampah tersebut akan dipurifikasi terlebih dahulu menjadi biomethane. Setelah tahap purifikasi selesai, biomethane tersebut kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan hidrogen. Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini, menyampaikan bahwa pengembangan proyek ini merupakan bentuk sinergi untuk menciptakan rantai nilai energi bersih yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.

Pelaksanaan program strategis ini akan dikerjakan secara bersama-sama oleh Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Subholding Gas. Kedua entitas tersebut memiliki peran dan tanggung jawab yang komprehensif, mulai dari penyediaan bahan baku, proses pengolahan, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga tahap distribusi dan komersialisasi produk energi yang dihasilkan. Untuk mempercepat pengembangan teknologi energi rendah karbon, kolaborasi ini juga melibatkan mitra internasional, termasuk perusahaan Hyundai dari Korea Selatan. Keterlibatan mitra global ini diharapkan dapat menjadikan program tersebut sebagai percontohan dalam membangun ekosistem hidrogen di Indonesia yang nantinya dapat direplikasi di berbagai daerah lain.

Baca Juga

Penerapan Konsep Silvofishery, Solusi Ekonomi Petambak dan Rehabilitasi Mangrove di Kutai Kartanegara

Penerapan Konsep Silvofishery, Solusi Ekonomi Petambak dan Rehabilitasi Mangrove di Kutai Kartanegara

Di samping penandatanganan kesepakatan terkait TPA Sarimukti, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga melakukan peletakan batu pertama untuk Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPPAS Legok Nangka. Fasilitas pengolahan ini dirancang dengan kapasitas yang sangat besar, yakni mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari. Dari proses pengolahan ribuan ton sampah tersebut, fasilitas ini diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik berkapasitas sekitar 40 MW. Kehadiran fasilitas di Legok Nangka ini juga diharapkan dapat mengurangi beban pengelolaan sampah di TPA Sarimukti yang selama ini menjadi lokasi utama untuk kawasan Bandung Raya.

Dari perspektif ekonomi dan ketenagakerjaan, proyek infrastruktur hijau ini menawarkan potensi yang sangat menjanjikan. Fasilitas PSEL Legok Nangka ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2029 mendatang. Pembangunan dan pengoperasian fasilitas ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyoroti bahwa pembangunan PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat penyediaan energi bersih sekaligus menyelesaikan persoalan sampah, yang pada akhirnya akan mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah menjadi energi dan bahan bakar terbarukan.

Baca Juga

Panduan Memetakan Penyaluran Kredit Bank Swasta di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Semester II 2026

Panduan Memetakan Penyaluran Kredit Bank Swasta di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Semester II 2026

Inisiatif pengolahan sampah menjadi energi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah sebagai langkah strategis untuk masa depan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan PSEL Legok Nangka akan semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat pengembangan energi bersih di Indonesia. Dengan perluasan model bisnis dan teknologi ini ke depannya, ekosistem energi bersih tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja di sektor energi terbarukan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jawa BaratEnergi TerbarukanPertaminaPeluang KerjaPengolahan Sampah

Berita Terbaru Lainnya

Syarat Lengkap dan Prosedur Adopsi Anak Melalui UPT PPSAB SidoarjoPenerapan Konsep Silvofishery, Solusi Ekonomi Petambak dan Rehabilitasi Mangrove di Kutai KartanegaraRincian Anggaran dan Progres Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Tahap TigaPeluang Monetisasi Konten Digital dari Momentum Kunjungan Aston Villa di JakartaPeran Pembangunan Jembatan Garuda Temanggung dalam Mendukung Mobilitas Ekonomi DesaMemahami Kategori dan Daftar Pemenang Hoegeng Awards 2026Cara Meminimalkan Risiko Hukum dalam Pengadaan Asuransi KorporasiPolisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pengeroyokan Maut Pemuda di Morowali

Paling Banyak Dibaca

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

Manajemen & Kepemimpinan

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

Ekonomi Digital & Pendapatan

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

31 Jul 2026

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

Ekonomi & Keuangan

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip LitilolyManajemen & Kepemimpinan 路 1 Agu 2026
  2. 2Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  3. 3Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
  4. 4Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi DigitalEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan InflasiEkonomi Digital & Pendapatan 路 31 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap