PT Freeport Indonesia (PTFI) terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola potensi sumber daya alam di tanah air dengan mengembangkan proyek tambang bawah tanah baru yang bernama Kucing Liar. Proyek tambang bawah tanah Kucing Liar ini berlokasi di kawasan mineral Grasberg, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Keberadaan tambang Kucing Liar ini diperkirakan akan menjadi salah satu sumber utama untuk produksi tembaga dan juga produksi emas bagi perusahaan pada dekade berikutnya. Proyek ini menjadi fokus penting bagi PT Freeport Indonesia dalam peta jalan operasionalnya demi memastikan ketersediaan komoditas tambang yang bernilai tinggi tersebut di masa depan.
Pengembangan deposit Kucing Liar ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PTFI untuk menjaga keberlanjutan produksi di kawasan Grasberg secara keseluruhan. Demi menjaga keberlanjutan produksi tersebut, PTFI telah melaksanakan kegiatan pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar sejak tahun 2022. Upaya pengembangan tambang jangka panjang ini dipimpin secara langsung oleh Tony Wenas yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Melalui kepemimpinan dan perencanaan yang matang sejak tahun 2022, pengerjaan proyek ini diharapkan dapat berjalan sesuai dengan target keberlanjutan energi dan produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Dalam hal pendanaan, proyek tambang bawah tanah Kucing Liar membutuhkan alokasi modal yang sangat signifikan. Hingga tanggal 30 Juni 2026, PTFI tercatat telah mengeluarkan investasi sekitar US$ 1,4 miliar untuk mendukung pengembangan proyek tambang Kucing Liar tersebut. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, nilai investasi yang telah dikeluarkan tersebut setara dengan kurang lebih Rp 25 triliun. Angka akumulasi investasi senilai Rp 25 triliun ini dihitung dengan menggunakan asumsi nilai tukar atau kurs sebesar Rp 17.923 per dolar AS. Pengeluaran investasi yang besar hingga pertengahan tahun 2026 ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membangun infrastruktur tambang bawah tanah tersebut.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Ketika proyek tambang bawah tanah ini telah selesai dibangun, tambang Kucing Liar ditargetkan untuk mulai beroperasi pada tahun 2029. Untuk mendukung target operasional tersebut, pengembangan infrastruktur terus dikejar agar dapat mencapai kapasitas desain yang optimal. Kapasitas desain yang ditargetkan untuk proyek tambang bawah tanah Kucing Liar ini adalah sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari.
Setelah beroperasi, tingkat produksi dari tambang Kucing Liar sendiri ditargetkan mulai meningkat atau melakukan ramp-up sekitar tahun 2030. Pada saat beroperasi secara penuh, tambang bawah tanah ini diperkirakan mampu memproduksi rata-rata 750 juta pon tembaga per tahun. Selain itu, wilayah tambang ini juga diestimasi dapat memproduksi sekitar 735.000 ons emas per tahun, menjadikannya salah satu pilar utama produksi logam mulia bagi perusahaan.
Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Untuk merealisasikan target-target besar tersebut, kebutuhan dana untuk proyek ini masih akan terus berlanjut. Pihak perusahaan memperkirakan adanya kebutuhan investasi tambahan untuk proyek tambang Kucing Liar hingga mencapai sekitar US$ 4 miliar atau setara dengan Rp 71,69 triliun sampai tahun 2033 mendatang. Melalui investasi berkelanjutan ini, PTFI berupaya memastikan kelangsungan operasional tambang bawah tanah di masa depan.






