Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,02% ke level 6.687,03 pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Pergerakan positif ini ditopang oleh penguatan mayoritas sektor, dominasi aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar, serta aliran modal masuk dari investor asing.
Aktivitas transaksi di bursa terpantau ramai dengan volume perdagangan mencapai 25,08 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp10,02 triliun melalui 1,592 juta kali transaksi. Penguatan indeks tercermin dari 383 saham yang bergerak di zona hijau, sementara 241 saham melemah dan 339 saham bergerak stagnan. Pada perdagangan hari ini, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi hariannya di posisi 6.696,28.
Sektor Bahan Baku dan Finansial Memimpin
Pendorong utama pergerakan indeks datang dari sektor bahan baku yang melonjak 1,57%, disusul sektor finansial yang menguat 1,08%. Penguatan turut merata di sektor lain, meliputi energi yang naik 0,96%, konsumer primer 0,77%, industri 0,57%, kesehatan 0,52%, properti 0,50%, teknologi 0,26%, utilitas 0,21%, serta konsumer non-primer 0,17%.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Dari jajaran saham penggerak, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar IHSG dengan menyumbang 11,73 poin indeks saat bertengger di level 6.750. Dukungan indeks juga datang dari Sinar Mas Multiartha (SMMA) sebesar 7,27 poin, Amman Mineral Internasional (AMMN) 7,17 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 4,66 poin, Merdeka Copper Gold (MDKA) 3,72 poin, dan Bank Mandiri (BMRI) 3,47 poin.
Aksi Beli Bersih Investor Asing
Faktor lain yang memperkuat indeks adalah masuknya dana asing. Hingga sesi I, investor asing membukukan beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp83,37 miliar, yang berasal dari total nilai pembelian Rp2,14 triliun berbanding penjualan Rp2,06 triliun.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

BBCA menjadi saham sasaran utama pemodal asing dengan catatan beli bersih Rp112,57 miliar, diikuti AMMN sebesar Rp109,34 miliar dan BBRI sebesar Rp74,54 miliar. Selain itu, arus beli bersih asing juga masuk ke saham ENRG senilai Rp37,88 miliar dan RATU sebesar Rp26,39 miliar.
Di sisi lain, laju IHSG tertahan oleh sejumlah saham penekan. BRMS mencatatkan kontribusi negatif terbesar ke indeks sebesar 2,37 poin, disusul Global Digital Niaga (BELI) sebesar 1,44 poin, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar 1,05 poin.






