tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Global

Perang Iran Kuras Kas Angkatan Laut AS, Gaji Tentara Terancam

Wahyu SuryaniDiterbitkan 29 Agu 2026 - 01.16 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perang Iran Kuras Kas Angkatan Laut AS, Gaji Tentara Terancam
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah mulai memicu tekanan finansial berat di internal Angkatan Laut AS (US Navy). Lonjakan biaya tempur dalam konflik melawan Iran memaksa militer mengalihkan berbagai pos anggaran rutin, hingga memunculkan peringatan mengenai ancaman defisit pada pos pembayaran gaji prajurit.

Dokumen internal Pentagon yang diungkap The Guardian serta keterangan sejumlah pejabat dan analis pertahanan mengonfirmasi adanya ketegangan kas tersebut. Sebuah memo memperingatkan potensi kekurangan dana pada daftar penggajian personel militer karena anggaran dialihkan untuk menopang kebutuhan operasi tempur. Seorang pejabat Angkatan Laut bahkan menyebut dana gaji terpaksa ditarik demi membiayai kebutuhan kontingensi luar negeri.

Pembengkakan biaya ini didorong oleh operasi gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang menguras persediaan amunisi dalam jumlah besar, sekaligus memicu serangan balasan ke berbagai pangkalan strategis AS di kawasan. Di sisi lain, armada laut AS harus menjalankan misi blokade maritim yang ekstensif, sehingga anggaran tahun 2026 yang mendekati US$300 miliar (sekitar Rp5.310 triliun) mengalami tekanan berat.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Dampak keterbatasan dana tidak hanya membayangi pos gaji, tetapi juga telah menghentikan sejumlah agenda perawatan fasilitas non-darurat di pangkalan darat. Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Daryl Caudle sebelumnya telah memperingatkan Kongres AS bahwa krisis pendanaan akan muncul sekitar Juli, yang dapat berdampak langsung pada pemotongan porsi latihan militer dan operasi rutin.

Merespons situasi tersebut, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mendesak Kongres untuk segera meloloskan paket pendanaan darurat. Hegseth mencatat operasi perang Iran sejauh ini telah menelan biaya US$35,7 miliar atau sekitar Rp631,9 triliun. Guna menambal defisit, pemerintahan Donald Trump telah mengajukan tambahan anggaran sebesar US$67 miliar (sekitar Rp1.185,9 triliun) untuk Departemen Pertahanan.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Analis pertahanan dari American Enterprise Institute, Todd Harrison, menilai krisis anggaran akibat eskalasi militer ini sebenarnya bukan kejutan bagi internal militer AS, meski isu pengalihan pos gaji baru mengemuka seiring membengkaknya tagihan operasi tempur di lapangan.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pentagon

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap