Akses pengisian bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat di Kota Makassar kini diperluas menyusul kebijakan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang mengoperasikan 25 titik SPBU selama 24 jam penuh. Langkah ini langsung diterapkan untuk memecah kepadatan antrean kendaraan dan mempercepat distribusi bahan bakar ke konsumen.
Sebanyak 14 SPBU baru ditambahkan ke dalam skema operasional 24 jam, melengkapi 11 unit SPBU yang sebelumnya telah beroperasi sepanjang hari di berbagai sudut kota. Perpanjangan jam layanan ini ditujukan agar para pengendara memiliki keleluasaan waktu saat mengisi bahan bakar tanpa harus menumpuk pada jam-jam sibuk.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa penambahan titik operasional nonstop tersebut dirancang untuk memberi alternatif waktu yang lebih luas bagi warga sekaligus merespons peningkatan kebutuhan energi.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Faktor Lonjakan Permintaan dan Antrean Kendaraan
Kebijakan operasional penuh waktu ini dipicu oleh dinamika konsumsi BBM yang terpantau dalam beberapa bulan terakhir. Antrean kendaraan sempat terlihat di sejumlah titik SPBU selama tiga bulan ke belakang, dengan lonjakan kepadatan yang cukup terasa pada penyaluran Pertalite dalam dua hingga tiga hari terakhir.
Pada saat yang sama, konsumsi Solar Jenis BBM Tertentu (JBT) tercatat naik sekitar 10 hingga 15 persen pada rentang Juni hingga Agustus 2026. Pertamina mengidentifikasi tiga pemicu utama di balik kenaikan konsumsi solar subsidi tersebut, yakni naiknya intensitas aktivitas logistik, melebarnya disparitas harga, serta temuan indikasi praktik pelangsiran atau penimbunan BBM bersubsidi di lapangan.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Penambahan Alokasi hingga Penertiban Pelanggaran
Untuk mengimbangi lonjakan kebutuhan serta menjaga kelancaran pasokan di SPBU, Pertamina menjalankan serangkaian intervensi distribusi dan pengawasan operasional:
- Menggelar sistem marshalling di SPBU yang padat guna mengarahkan antrean kendaraan ke SPBU terdekat yang kondisinya lebih lengang.
- Menambah kuota penyaluran harian sebesar 10 hingga 15 persen di atas rata-rata alokasi reguler untuk wilayah dan SPBU yang mengalami lonjakan permintaan tinggi.
- Mengoptimalkan rotasi armada mobil tangki serta memperbarui pola distribusi logistik agar suplai ke tangki pendam SPBU tiba lebih cepat.
- Menertibkan penyaluran subsidi dengan memblokir 6.023 nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi BBM bersubsidi tidak sesuai ketentuan.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk ikut memantau penyaluran energi di lapangan. Warga yang menjumpai kendala operasional layanan maupun indikasi penyalahgunaan distribusi BBM dan LPG bersubsidi dapat menyampaikan laporan langsung melalui layanan kontak Pertamina Customer Solution (PCS) 135.






