Bagi warga terdampak bencana gempa maupun masyarakat umum di sekitar Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), akses pengobatan darurat kini dapat diperoleh tanpa biaya melalui posko kesehatan Pertamina Peduli.
Berikut rangkuman informasi penting mengenai lokasi, jadwal operasional, fasilitas, dan jenis pelayanan medis yang tersedia di posko tersebut.
Di mana lokasi posko medis dan kapan jam operasionalnya?
Posko layanan medis gratis ini didirikan oleh PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga di Lapangan Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Fasilitas kesehatan darurat ini mulai beroperasi sejak Jumat (21/8) dan melayani masyarakat selama 24 jam penuh setiap hari. Layanan dibuka baik bagi korban terdampak gempa di area pengungsian maupun warga sekitar yang memerlukan pertolongan kesehatan.
Layanan kesehatan apa saja yang disediakan di posko?
Posko medis Pertamina Peduli menyediakan pemeriksaan kesehatan umum, penanganan darurat, hingga penyediaan obat-obatan. Selain penanganan rawat jalan, posko ini juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap khusus bagi pasien yang memerlukan observasi atau penanganan medis lanjutan.
Siapa tenaga medis yang bertugas di lapangan?
Pelayanan medis di posko Lapangan Golo Conggo dikelola melalui kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga, Indonesia Healthcare Corporation (IHC), dan tenaga kesehatan setempat. Tim yang bertugas terdiri dari dokter, perawat, serta tenaga logistik farmasi untuk memastikan stok obat dan tindakan medis berjalan optimal.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Penyakit apa saja yang ditangani di posko ini?
Berdasarkan data penanganan di lokasi, keluhan kesehatan yang banyak dilaporkan oleh warga meliputi:
- Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
- Demam
- Sakit lambung
- Nyeri tulang belakang
Berapa banyak warga yang sudah terlayani?
Sejak pertama kali didirikan pada Jumat (21/8), posko ini telah menangani lebih dari 200 warga Reok. Menurut keterangan dr. Dafa Fatihada selaku tenaga medis dari IHC di posko tersebut, sekitar 150 pasien sempat ditangani dalam kurun waktu pagi hingga sore hari pada salah satu hari operasional posko.






