tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

Pertamina Proyeksikan Kilang Cilacap Jadi Green Refinery Pertama di Indonesia

Ance ManoppoDiterbitkan 14 Sep 2026 - 05.19 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pertamina Proyeksikan Kilang Cilacap Jadi Green Refinery Pertama di Indonesia
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan Kilang Cilacap di Jawa Tengah menjadi proyek green refinery pertama di Indonesia yang difokuskan untuk memproduksi bahan bakar ramah lingkungan dalam skala besar. Proyek strategis ini dirancang untuk memperkuat kemandirian energi hijau nasional, khususnya dalam penyediaan bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Fasilitas kilang bioavtur tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 17,5 hektare di dekat Kilang Unit IV Cilacap. Proyek pengembangan bahan bakar hijau ini diperkirakan membutuhkan total nilai investasi mencapai 1,1 miliar dolar AS.

Target Operasi dan Peningkatan Kapasitas

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Hermawan Budiantoro, menyatakan bahwa proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada 2027 dan beroperasi penuh pada 2029.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

"Kami target proyek itu jalan pada 2027," ujar Hermawan.

Saat ini, kapasitas produksi bioavtur di unit Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT) Kilang Cilacap tercatat sebesar 27 kiloliter per hari. Keberadaan kilang bioavtur baru tersebut diproyeksikan menambah kapasitas produksi sebesar 860 kiloliter per hari, sehingga total kapasitas produksi SAF di Kilang Cilacap akan mencapai 887 kiloliter per hari pada 2029.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Dampak Ekonomi

Dalam pengembangan SAF, Kilang Cilacap memanfaatkan bahan baku Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah. Pemanfaatan limbah minyak jelantah ini membuka peluang pengolahan sumber daya yang sebelumnya merupakan limbah agar terintegrasi ke dalam rantai nilai energi, sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Selain memperkuat pasokan energi bersih, proyek kilang SAF ini memiliki potensi kontribusi ekonomi yang signifikan. Keberadaan fasilitas ini berpotensi mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp199 triliun per tahun serta menyerap estimasi tenaga kerja sekitar 5.900 orang. Dari aspek lingkungan, operasional proyek ini juga berpotensi memangkas emisi tahunan sebesar 600 ribu ton setara karbon dioksida (CO2e).

Sumber: Republika

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pertamina Patra Niaga

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap