Lembaga penyedia indeks global MSCI telah resmi mengumumkan perubahan pada susunan konstituen saham Indonesia melalui MSCI August Index Review 2026. Penyesuaian ini membawa dampak pada pergerakan harga sejumlah emiten di bursa saham tanah air. Berdasarkan pengumuman tersebut, terdapat sepuluh saham yang resmi dikeluarkan dari indeks MSCI, sedangkan satu saham lainnya mengalami penurunan kasta dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Global Small Cap Indexes. Pengumuman penyesuaian ini secara keseluruhan mencakup 11 saham Indonesia, dan seluruh perubahan konstituen tersebut akan diberlakukan mulai penutupan pasar pada 31 Agustus 2026.
Dalam kategori indeks utama, yakni MSCI Global Standard Indexes, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi dikeluarkan dari susunan konstituen. Pengeluaran saham GOTO terjadi di tengah pergerakan harganya yang relatif belum menguat. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tercatat melanjutkan tren pergerakan yang stagnan pada level harga Rp 50 per saham. Kondisi stagnasi harga saham GOTO pada level tersebut bahkan telah berlangsung secara konsisten sejak tiga bulan terakhir.
Masih dalam penyesuaian pada kategori MSCI Global Standard Indexes, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengalami penurunan kasta. Saham CPIN resmi diturunkan posisinya dari MSCI Global Standard Indexes menuju MSCI Global Small Cap Indexes. Menyusul pengumuman penurunan kelas ini, harga saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) tercatat mengalami pelemahan sebesar 2,22% ke level Rp 3.080 per saham. Selain itu, perseroan juga mencatatkan tren pergerakan harga yang melemah sebesar 31,71% di sepanjang tahun 2026.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Daftar penyesuaian juga didominasi oleh deretan emiten yang dikeluarkan dari kelompok MSCI Global Small Cap Indexes. Salah satu emiten yang terdepak dari indeks ini adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO). Saham ARTO mengalami pergerakan melemah sebesar 5,98% ke posisi harga Rp 1.180 per saham. Emiten lain yang juga dikeluarkan dari indeks yang sama adalah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Saham BUKA tercatat mengalami pelemahan sebesar 5,08% ke posisi Rp 112 per saham. Selanjutnya, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turut dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes dengan harga sahamnya yang melemah sebesar 5,63% ke level Rp 670 per saham.
Pengeluaran emiten dari MSCI Global Small Cap Indexes juga meluas ke beberapa saham emiten lainnya. PT MD Intertainment Tbk (FILM) tercatat menjadi salah satu saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes dan mengalami pelemahan pergerakan harga sebesar 8,33% ke posisi Rp 935 per saham. Selanjutnya, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) juga terdepak dari indeks MSCI Global Small Cap Indexes dengan penurunan harga saham sebesar 5,92% ke level Rp 715 per saham. Kemudian, emiten PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) juga masuk dalam jajaran saham yang dikeluarkan dari indeks tersebut, di mana pergerakan harganya melemah 5,4% ke harga Rp 70 per saham.
Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Daftar saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes tersebut ditutup oleh tiga emiten lainnya. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) tercatat dikeluarkan dari indeks dan mengalami pelemahan harga saham sebesar 5,20% ke level Rp 4.740 per saham. Penurunan juga dialami oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang didepak dari MSCI Global Small Cap Indexes dengan harga sahamnya melemah 3,86% ke harga Rp 1.495 per saham. Terakhir, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) juga resmi dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes dan mencatatkan pelemahan sebesar 6,04% ke level Rp 3.420 per saham. Perubahan pada 11 saham ini mengacu pada hasil MSCI August Index Review 2026 yang dinyatakan mulai berlaku efektif sejak penutupan pasar pada 31 Agustus 2026.






