tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Perubahan Syarat Monetisasi YouTube Partner Program Jalur Shorts dan Penyesuaian Kreator 2027

Ance ManoppoDiterbitkan 13 Agu 2026 - 11.03 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perubahan Syarat Monetisasi YouTube Partner Program Jalur Shorts dan Penyesuaian Kreator 2027
Foto/Ilustrasi: Kompas
A-A+

YouTube secara resmi mengumumkan pembaruan kebijakan pada YouTube Partner Program (YPP) pada Senin, 10 Agustus 2026. Perubahan besar ini dijadwalkan akan mulai berlaku secara efektif pada 1 Februari 2027. Kebijakan anyar tersebut menetapkan standar dan ambang batas kelayakan baru bagi para kreator baru yang ingin masuk ke dalam program monetisasi YouTube, khususnya untuk mendapatkan bagi hasil pendapatan iklan serta pendapatan dari pengguna YouTube Premium. Program YPP sendiri merupakan kunci utama bagi pembuat konten untuk membuka berbagai jalur pendapatan di platform, mulai dari pembagian hasil iklan, langganan YouTube Premium, fitur YouTube Shopping, keanggotaan saluran (channel memberships), hingga Super Chat.

Mulai 1 Februari 2027, kreator baru yang ingin bergabung ke dalam YPP dan mengaktifkan monetisasi pendapatan iklan serta YouTube Premium diwajibkan memenuhi kriteria yang lebih ketat. Pendaftar baru harus memiliki setidaknya 1.000 subscriber. Selain itu, mereka wajib memenuhi salah satu dari dua opsi batas minimum tayangan. Opsi pertama adalah mengumpulkan total 8.000 jam tayang publik yang memenuhi syarat dalam kurun waktu 365 hari atau 12 bulan terakhir. Opsi kedua adalah meraih 20 juta qualified Shorts views dalam periode 90 hari. Penyesuaian ini meningkatkan standar entry level cukup signifikan, di mana angka 8.000 jam tayang merupakan dua kali lipat dari syarat sebelumnya yang sebesar 4.000 jam tayang publik. Begitu pula dengan ambang batas tayangan Shorts yang melonjak dua kali lipat dari ketentuan lama sebesar 10 juta tayangan menjadi 20 juta qualified Shorts views dalam 90 hari.

Baca Juga

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Mengutip laporan dari TechCrunch, YouTube menjelaskan bahwa penyesuaian aturan ini dirancang khusus untuk memberikan penghargaan lebih bagi kreator yang secara konsisten menghasilkan konten orisinal dan berkualitas tinggi. Meskipun ambang masuk diperketat, skema pembagian hasil pendapatan iklan utama di platform tetap sama. YouTube mempertahankan pembagian pendapatan iklan sebesar 55 persen untuk video berdurasi panjang dan 45 persen untuk konten format Shorts. Bagi para kreator yang saat ini sudah terdaftar sebagai anggota YPP, peningkatan ambang batas pendaftaran baru ini dipastikan tidak akan menggugurkan atau membatalkan status keanggotaan mereka. Namun, seluruh kreator eksisting tetap diwajibkan untuk menyetujui dan menerima persyaratan baru dari YouTube paling lambat pada 31 Januari 2027.

Aturan monetisasi untuk format Shorts juga mendapatkan penyesuaian khusus yang berlaku mulai 1 Februari 2027. Untuk dapat terus menerima bagi hasil pendapatan iklan Shorts, pendapatan dari langganan Shorts, serta bagian dari Shorts Creators Pool, kreator diwajibkan mempertahankan minimal 10 juta qualified Shorts views dalam kurun 90 hari. Apabila jumlah tayangan Shorts pada saluran eksisting yang sudah bergabung di YPP berada di bawah angka 10 juta views tersebut, saluran tersebut tidak akan otomatis dikeluarkan dari YPP. YouTube menegaskan bahwa saluran terkait tetap berada dalam YPP dan masih berhak memperoleh pendapatan dari video berdurasi panjang. Pembagian hasil pendapatan Shorts akan kembali berjalan secara otomatis setelah saluran berhasil meraih kembali 10 juta qualified Shorts views dalam rentang 90 hari. Pihak YouTube menyatakan bahwa kreator yang selama ini telah memperoleh pendapatan signifikan dari Shorts kemungkinan besar tidak akan terdampak oleh pembaruan aturan ambang batas ini.

Baca Juga

Melanjut Rangkaian Regional, Apresiasi Pemda 2026 Hadir di Sulawesi

Melanjut Rangkaian Regional, Apresiasi Pemda 2026 Hadir di Sulawesi

Di tengah perubahan ambang batas iklan, YouTube menegaskan bahwa tidak semua jalur monetisasi mengalami perombakan. Persyaratan untuk fitur Fan Funding鈥攜ang mencakup fitur Super Chat dan keanggotaan saluran (channel memberships)鈥攕erta fitur YouTube Shopping dipastikan tetap berlaku persis seperti ketentuan sebelumnya tanpa perubahan. Sebagai langkah pengembangan ke depan, YouTube berencana memperluas peluang pendapatan kreator melalui peningkatan fitur YouTube Shopping, pemberian insentif untuk kesepakatan dengan merek (brand deals), serta peluncuran program insentif bagi kreator yang memulai dan mengembangkan tren di platform. Mengenai potensi penghasilan, laporan yang dikutip dari The Verge mencatat pernyataan YouTube bahwa para mitra rata-rata menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari penonton yang berlangganan YouTube Premium jika dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh dari penonton yang menyaksikan iklan biasa.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Creator Economy

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap