Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid meminta penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkuat pada aspek psikologis warga terdampak. Ia menekankan bahwa pemulihan trauma harus berjalan seiring dengan perbaikan fasilitas fisik yang rusak akibat gempa.
Kholid menyampaikan evaluasi tersebut setelah meninjau langsung kondisi para korban di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, pada Jumat (4/9). Berdasarkan keterangannya pada Sabtu (5/9/2026), warga di wilayah tersebut masih diliputi rasa takut yang mendalam karena getaran gempa masih dirasakan setiap hari.
Akibat trauma yang belum pulih, masyarakat memilih untuk tidak tidur di dalam rumah pada malam hari dan bertahan di tenda pengungsian. Situasi serupa juga berdampak pada anak-anak yang terpaksa melangsungkan proses belajar mengajar di tenda darurat.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kebutuhan Rekonstruksi Mental dan Pendampingan Berkelanjutan
Kholid menegaskan pentingnya program penyembuhan trauma (trauma healing) yang terstruktur bagi seluruh lapisan masyarakat yang terdampak bencana.
"Rekonstruksi fisik memang penting. Tetapi setelah itu, rekonstruksi mental juga harus menjadi prioritas. Trauma healing harus diperkuat," ujar Kholid.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Menurutnya, anak-anak membutuhkan perhatian khusus mengingat mereka harus menjalani aktivitas belajar di tengah keterbatasan dan kondisi darurat. Pendampingan psikologis yang dilakukan secara berkesinambungan dinilai krusial agar rasa aman warga dapat berangsur pulih, sehingga mereka bisa kembali beraktivitas normal seperti sedia kala.






