tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Digital Economy

Pola Konsumen di GIIAS 2026 dan Fenomena Riset Kendaraan Sebelum Membeli

Ance ManoppoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.49 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pola Konsumen di GIIAS 2026 dan Fenomena Riset Kendaraan Sebelum Membeli
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 telah resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Kamis, 30 Juli 2026. Bertempat di ICE BSD City, Tangerang, pameran berskala besar ini kembali menjadi daya tarik utama bagi para pencinta otomotif maupun masyarakat luas. Memasuki hari kedua pelaksanaannya, yakni pada Jumat, 31 Juli 2026, antusiasme pengunjung sudah mulai terlihat. Meski keramaian tampak jelas di berbagai sudut stan, belum ada data resmi yang dirilis oleh pihak GAIKINDO maupun pabrikan otomotif mengenai jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang berhasil dicetak. Ketiadaan data resmi pada tahap awal ini merupakan hal yang wajar, mengingat banyak konsumen yang hadir pada hari-hari pertama memiliki motif utama untuk melakukan riset pasar dan melihat-lihat produk sebelum mengambil keputusan finansial.

Fenomena pengunjung yang datang hanya untuk membandingkan kendaraan tanpa langsung melakukan transaksi pembelian di tempat sebenarnya bukan hal baru dalam industri pameran otomotif. Hal ini dapat dilihat dari rekam jejak penyelenggaraan tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan statistik pada GIIAS 2025, total pengunjung yang hadir sepanjang pameran mencapai angka 485.569 orang. Dari jumlah yang sangat masif tersebut, total pemesanan kendaraan atau SPK yang tercatat berada di angka 38.000 unit. Data ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 7,83 persen dari keseluruhan pengunjung tahun lalu yang benar-benar hadir dengan tujuan langsung membeli kendaraan di lokasi pameran. Angka persentase ini mempertegas bahwa mayoritas masyarakat menjadikan pameran sebagai sarana perbandingan spesifikasi sebelum mengalokasikan dana.

Rendahnya persentase transaksi langsung di lokasi tidak serta-merta mencerminkan lemahnya daya beli konsumen. Sebagian pengunjung yang tidak langsung membuat SPK biasanya memiliki strategi tersendiri. Banyak dari mereka yang sengaja menunda pembelian dan berencana datang kembali pada hari terakhir pameran demi memanfaatkan berbagai penawaran diskon. Selain itu, ada juga kelompok konsumen yang lebih memilih untuk melakukan pemesanan kendaraan di dealer yang lokasinya berdekatan dengan rumah mereka setelah pameran berakhir. Di samping transaksi kendaraan roda empat, pengunjung juga memiliki opsi untuk berbelanja produk otomotif lainnya. Pada GIIAS 2025, terdapat 150 perusahaan pendukung otomotif yang berpartisipasi, menawarkan berbagai produk mulai dari helm, velg, hingga kamera dasbor atau dashcam.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Kondisi di lapangan pada penyelenggaraan GIIAS 2026 juga mencerminkan pola perilaku konsumen yang serupa. Pengalaman ini dibagikan oleh Andi, salah satu staf pemasaran yang bertugas di area pameran. Saat ditemui pada Jumat, 31 Juli 2026 sore, sekitar pukul 16.00 WIB, Andi menjelaskan dinamika yang ia hadapi. Sejak pagi hingga sore hari tersebut, dirinya telah menerima pertanyaan dari sekitar 30 pengunjung yang mendatangi stannya. Kendati demikian, dari puluhan pengunjung yang menggali informasi secara mendetail, ia baru berhasil mendapatkan dua SPK. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa proses perbandingan produk membutuhkan waktu sebelum konsumen yakin untuk mengeluarkan uang.

Perilaku membandingkan produk secara langsung ini juga dilakukan oleh tokoh publik seperti Fictor Roring. Mantan pelatih tim nasional bola basket yang memiliki postur tubuh setinggi 195 cm tersebut terlihat hadir mengunjungi GIIAS 2026. Pria yang akrab disapa Coach Ito ini mengungkapkan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mengevaluasi berbagai pilihan kendaraan. Kehadiran banyak merek di satu area pameran dinilai sangat memudahkan dirinya untuk membandingkan spesifikasi secara efisien. Fictor, yang rumahnya berlokasi tidak jauh dari ICE BSD, saat ini sudah menggunakan mobil listrik bermerek Xpeng. Oleh karena itu, pada kunjungannya kali ini, ia memfokuskan pencariannya pada tiga merek kendaraan listrik, yakni Xpeng, BYD, dan Zeekr. Ia memiliki rencana untuk membelikan mobil bagi anaknya setelah sang anak menyelesaikan masa kuliah.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Selain Fictor Roring, pengunjung lain yang juga datang dengan tujuan serupa adalah Dedek. Pria yang berdomisili di kawasan Gading Serpong ini meluangkan waktunya untuk mengunjungi pameran otomotif tersebut. Dedek secara spesifik menyatakan bahwa dirinya sedang mencari mobil listrik, namun untuk kunjungannya kali ini, ia masih dalam tahap melihat-lihat dan mempelajari fitur-fitur yang ditawarkan oleh berbagai pabrikan. Pendekatan kehati-hatian yang ditunjukkan oleh pengunjung seperti Fictor dan Dedek menyoroti bagaimana pameran otomotif berfungsi dalam ekosistem ekonomi saat ini. Pameran tidak hanya menjadi arena transaksi instan, tetapi lebih sebagai wadah bagi konsumen untuk melakukan riset mendalam demi memastikan pembelian kendaraan mereka tepat sasaran.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OtomotifGIIAS 2026Mobil ListrikPerilaku KonsumenEkonomi

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap