tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Digital Economy

Pola Konsumen di GIIAS 2026 dan Fenomena Riset Kendaraan Sebelum Membeli

Ance ManoppoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.49 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pola Konsumen di GIIAS 2026 dan Fenomena Riset Kendaraan Sebelum Membeli
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 telah resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Kamis, 30 Juli 2026. Bertempat di ICE BSD City, Tangerang, pameran berskala besar ini kembali menjadi daya tarik utama bagi para pencinta otomotif maupun masyarakat luas. Memasuki hari kedua pelaksanaannya, yakni pada Jumat, 31 Juli 2026, antusiasme pengunjung sudah mulai terlihat. Meski keramaian tampak jelas di berbagai sudut stan, belum ada data resmi yang dirilis oleh pihak GAIKINDO maupun pabrikan otomotif mengenai jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang berhasil dicetak. Ketiadaan data resmi pada tahap awal ini merupakan hal yang wajar, mengingat banyak konsumen yang hadir pada hari-hari pertama memiliki motif utama untuk melakukan riset pasar dan melihat-lihat produk sebelum mengambil keputusan finansial.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Fenomena pengunjung yang datang hanya untuk membandingkan kendaraan tanpa langsung melakukan transaksi pembelian di tempat sebenarnya bukan hal baru dalam industri pameran otomotif. Hal ini dapat dilihat dari rekam jejak penyelenggaraan tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan statistik pada GIIAS 2025, total pengunjung yang hadir sepanjang pameran mencapai angka 485.569 orang. Dari jumlah yang sangat masif tersebut, total pemesanan kendaraan atau SPK yang tercatat berada di angka 38.000 unit. Data ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 7,83 persen dari keseluruhan pengunjung tahun lalu yang benar-benar hadir dengan tujuan langsung membeli kendaraan di lokasi pameran. Angka persentase ini mempertegas bahwa mayoritas masyarakat menjadikan pameran sebagai sarana perbandingan spesifikasi sebelum mengalokasikan dana.

Rendahnya persentase transaksi langsung di lokasi tidak serta-merta mencerminkan lemahnya daya beli konsumen. Sebagian pengunjung yang tidak langsung membuat SPK biasanya memiliki strategi tersendiri. Banyak dari mereka yang sengaja menunda pembelian dan berencana datang kembali pada hari terakhir pameran demi memanfaatkan berbagai penawaran diskon. Selain itu, ada juga kelompok konsumen yang lebih memilih untuk melakukan pemesanan kendaraan di dealer yang lokasinya berdekatan dengan rumah mereka setelah pameran berakhir. Di samping transaksi kendaraan roda empat, pengunjung juga memiliki opsi untuk berbelanja produk otomotif lainnya. Pada GIIAS 2025, terdapat 150 perusahaan pendukung otomotif yang berpartisipasi, menawarkan berbagai produk mulai dari helm, velg, hingga kamera dasbor atau dashcam.

Baca Juga

Tren Mobil Listrik BEV di GIIAS 2026 Meningkat Seiring Harga yang Makin Kompetitif

Tren Mobil Listrik BEV di GIIAS 2026 Meningkat Seiring Harga yang Makin Kompetitif

Kondisi di lapangan pada penyelenggaraan GIIAS 2026 juga mencerminkan pola perilaku konsumen yang serupa. Pengalaman ini dibagikan oleh Andi, salah satu staf pemasaran yang bertugas di area pameran. Saat ditemui pada Jumat, 31 Juli 2026 sore, sekitar pukul 16.00 WIB, Andi menjelaskan dinamika yang ia hadapi. Sejak pagi hingga sore hari tersebut, dirinya telah menerima pertanyaan dari sekitar 30 pengunjung yang mendatangi stannya. Kendati demikian, dari puluhan pengunjung yang menggali informasi secara mendetail, ia baru berhasil mendapatkan dua SPK. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa proses perbandingan produk membutuhkan waktu sebelum konsumen yakin untuk mengeluarkan uang.

Perilaku membandingkan produk secara langsung ini juga dilakukan oleh tokoh publik seperti Fictor Roring. Mantan pelatih tim nasional bola basket yang memiliki postur tubuh setinggi 195 cm tersebut terlihat hadir mengunjungi GIIAS 2026. Pria yang akrab disapa Coach Ito ini mengungkapkan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mengevaluasi berbagai pilihan kendaraan. Kehadiran banyak merek di satu area pameran dinilai sangat memudahkan dirinya untuk membandingkan spesifikasi secara efisien. Fictor, yang rumahnya berlokasi tidak jauh dari ICE BSD, saat ini sudah menggunakan mobil listrik bermerek Xpeng. Oleh karena itu, pada kunjungannya kali ini, ia memfokuskan pencariannya pada tiga merek kendaraan listrik, yakni Xpeng, BYD, dan Zeekr. Ia memiliki rencana untuk membelikan mobil bagi anaknya setelah sang anak menyelesaikan masa kuliah.

Baca Juga

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Selain Fictor Roring, pengunjung lain yang juga datang dengan tujuan serupa adalah Dedek. Pria yang berdomisili di kawasan Gading Serpong ini meluangkan waktunya untuk mengunjungi pameran otomotif tersebut. Dedek secara spesifik menyatakan bahwa dirinya sedang mencari mobil listrik, namun untuk kunjungannya kali ini, ia masih dalam tahap melihat-lihat dan mempelajari fitur-fitur yang ditawarkan oleh berbagai pabrikan. Pendekatan kehati-hatian yang ditunjukkan oleh pengunjung seperti Fictor dan Dedek menyoroti bagaimana pameran otomotif berfungsi dalam ekosistem ekonomi saat ini. Pameran tidak hanya menjadi arena transaksi instan, tetapi lebih sebagai wadah bagi konsumen untuk melakukan riset mendalam demi memastikan pembelian kendaraan mereka tepat sasaran.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OtomotifGIIAS 2026Mobil ListrikPerilaku KonsumenEkonomi

Berita Terbaru Lainnya

Mekanisme Pengembalian Dana ke Kas Negara bagi Dapur MBG yang Menggunakan Barang SubsidiBos Kadin Ungkap Produk RI Tembus Rantai Pasok Tesla hingga IKEA, Luncurkan Platform We Buy From IndonesiaDigitalisasi Rantai Pasok Terminal LPG Tanjung Sekong Optimalkan Distribusi Energi NasionalStrategi Pertamina Memperkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Program HilirisasiPenanganan Gelombang Panas di Kebun Binatang Praha Melalui Penyediaan Berton-ton EsSkema Kerja dan Penempatan Manajer Koperasi Desa Lulusan SPPIRincian Data Indeks Kinerja Parlemen 2025 Terkait Pengawasan dan Integritas DPR RITren Mobil Listrik BEV di GIIAS 2026 Meningkat Seiring Harga yang Makin Kompetitif

Paling Banyak Dibaca

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

Manajemen & Kepemimpinan

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

Ekonomi Digital & Pendapatan

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

31 Jul 2026

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

Ekonomi & Keuangan

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip LitilolyManajemen & Kepemimpinan 路 1 Agu 2026
  2. 2Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  3. 3Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
  4. 4Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi DigitalEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan InflasiEkonomi Digital & Pendapatan 路 31 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap