Penyelidikan kasus pencurian saldo TikTok milik kreator konten Vilmei memasuki tahap pendalaman teknis transaksi. Jika sebelumnya laporan korban mencatat estimasi kerugian sementara mencapai Rp1.282.915.000 berdasarkan audit internal dan riwayat mutasi, penyidik kini memfokuskan penelusuran pada rincian data resmi dari pihak platform digital guna memastikan nilai bersih serta volume aset virtual yang telah dicairkan para tersangka.
Kepolisian kini tengah menghitung secara terperinci seluruh variasi dan kuantitas gift yang dibeli dari saldo akun korban. Langkah penelusuran melalui data TikTok tersebut dilakukan untuk mencocokkan arus dana aktual yang berpindah ke rekening para tersangka, mengingat nominal kerugian awal yang dilaporkan pelapor belum mencerminkan jumlah pencairan bersih setelah potongan sistem platform.
Modus Konversi Saldo Melalui Perangkat Streaming
Praktik pengurasan dana ini memanfaatkan celah akses operasional kerja harian. Tersangka berinisial Z, yang berstatus sebagai karyawan Vilmei, memegang perangkat kerja milik perusahaan yang digunakan untuk agenda live streaming. Ponsel atau gawai operasional tersebut berada dalam kondisi akun TikTok korban sudah terpasang (login).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Akses yang diberikan untuk menunjang pekerjaan disalahgunakan Z tanpa sepengetahuan pemilik akun. Alur penggelapan dana berjalan terstruktur:
- Saldo hasil komisi affiliate pada akun TikTok korban dikonversi menjadi koin TikTok secara bertahap.
- Koin digital tersebut dipakai untuk mengirimkan berbagai bentuk gift ke beberapa akun penampung yang dikendalikan kelompok tersangka.
- Saldo hadiah virtual yang terkumpul di akun penerima selanjutnya dicairkan ke rekening bank serta akun dompet digital.
Tiga Tersangka Resmi Ditahan
Dari hasil pengembangan perkara, penyidik menetapkan dan menahan tiga orang tersangka. Selain Z selaku karyawan yang mengeksekusi pembelian koin dari perangkat kerja, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial A yang merupakan kekasih Z, serta seorang perempuan berinisial L yang berperan menyediakan rekening dan menampung uang hasil pencairan gift.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Berdasarkan pemeriksaan sementara, aliran dana yang berhasil ditarik dari ekosistem digital tersebut diduga telah habis dibelanjakan oleh para tersangka untuk membeli berbagai barang pribadi serta membiayai kebutuhan sehari-hari. Polisi masih terus merampungkan kalkulasi data log transaksi digital guna melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke proses penuntutan.






