Polda Metro Jaya menyiapkan titik-titik penyekatan di jalur perbatasan Jakarta menjelang pertandingan pekan kedua Super League 2026/2027 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026). Penjagaan ketat ini diterapkan guna membendung pergerakan suporter tim tamu yang hendak menuju area Senayan.
Fokus penyekatan berada di tiga gerbang akses perbatasan wilayah aglomerasi. Titik pemeriksaan disiagakan di Tangerang Kota yang berbatasan langsung dengan Banten, kawasan Karawang yang membatasi Jawa Barat dengan Bekasi, serta wilayah Bogor yang berbatasan dengan Depok.
Langkah penyekatan ini merujuk pada izin keramaian yang diterbitkan Mabes Polri atas rekomendasi Polda Metro Jaya. Ketentuan tersebut mengacu pada regulasi FIFA yang melarang suporter tim tamu menghadiri pertandingan tandang. Kebijakan ini berlaku timbal balik, di mana The Jakmania nantinya juga dilarang melawat saat laga tandang di Bandung. Manajemen Persija pun telah secara resmi melarang seluruh suporter Persib Bandung untuk hadir dan memasuki SUGBK pada laga tersebut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kembalinya Laga Kandang ke Ibu Kota Setelah Tujuh Tahun
Pengetatan pengamanan di pintu masuk Jakarta ini menjadi krusial mengingat duel kali ini mencatatkan sejarah baru. Ini merupakan kali pertama dalam tujuh tahun Persija kembali menjamu Persib langsung di Jakarta.
Pada musim-musim sebelumnya, Macan Kemayoran selalu terusir menggelar partai kandang melawan Maung Bandung di luar Jakarta. Persija sempat menjamu rivalnya di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Stadion Manahan Solo, hingga musim lalu yang harus dipindahkan ke Samarinda. Kembalinya laga ke SUGBK membuat antusiasme melonjak, dengan estimasi lebih dari 60 ribu anggota The Jakmania bakal memadati tribun stadion.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Guna mengantisipasi potensi gesekan di luar lapangan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pelaksanaan Apel Jaga Jakarta bersama perwakilan Jakmania di kawasan GBK pada Jumat (11/9). Pramono mengimbau seluruh pihak agar rivalitas antarklub murni diselesaikan di atas rumput hijau dan tidak diperpanjang ke tempat lain, termasuk di jagat media sosial.






