Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melakukan identifikasi terhadap dua jenazah korban insiden kecelakaan kapal KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Dari proses identifikasi awal tersebut, satu korban meninggal dunia telah berhasil dikenali dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, sementara satu jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi lanjutan.
Berdasarkan data operasi pencarian dan penyelamatan, total penumpang dan awak yang terdata dalam daftar manifes (Person-on-Board/POB) mencapai 243 orang. Tim SAR gabungan terus memperbarui hasil operasi evakuasi di lapangan seiring penyisiran area perairan yang terus berlangsung.
Data Evakuasi dan Perkembangan Pencarian Basarnas
Kepala Basarnas (Kabasarnas) RI Marsda TNI Mohammad Syafii menyampaikan perkembangan terkini mengenai total korban yang telah dievakuasi dari perairan Laut Jawa. Hingga saat ini, sebanyak 114 orang telah berhasil ditemukan oleh tim di lapangan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dari total 114 korban yang ditemukan tersebut, rincian kondisinya meliputi:
- Sebanyak 86 orang dievakuasi dalam keadaan selamat dan dibawa menuju area dermaga evakuasi.
- Sebanyak 2 orang dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.
- 1 jenazah telah diserahkan langsung kepada keluarga korban setelah proses identifikasi selesai.
- 1 jenazah korban meninggal lainnya diserahkan ke Tim DVI Mabes Polri untuk pemeriksaan forensik lebih mendalam.
Sementara itu, sebanyak 129 penumpang KMP Virgo Transport 8 tercatat masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan unsur potensi SAR lainnya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pembukaan Posko Ante Mortem di Dua Wilayah
Guna mempercepat kepastian identitas para korban yang dievakuasi, kepolisian mengaktifkan fasilitas penunjang identifikasi medis. Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Rosyanto Yudha Hermawan mengimbau seluruh pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam insiden pelayaran tersebut untuk segera mendatangi Posko Ante Mortem milik Tim DVI Polri.
Posko Ante Mortem tersebut didirikan di dua titik strategis, yakni wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Keberadaan posko di dua provinsi ini ditujukan untuk mempermudah pengumpulan data medis, rekam gigi, ciri fisik khusus, hingga sampel DNA dari keluarga inti penumpang sebelum terjadi kecelakaan, guna memperlancar proses pencocokan dengan korban yang ditemukan.






