Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Pontianak dan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Jarak pandang di ibu kota provinsi tersebut dilaporkan anjlok hingga di bawah satu kilometer, mengganggu aktivitas harian warga, lalu lintas perairan, hingga jadwal penerbangan komersial.
Pantauan visual udara pada Kamis, 27 Agustus 2026, memperlihatkan kepulan asap tebal menutupi jalur pelayaran kapal-kapal di sepanjang Sungai Kapuas. Penurunan kualitas udara ini terjadi seiring musim kemarau yang memicu kebakaran musiman, khususnya di kawasan lahan gambut yang rentan terbakar.
Dampak Langsung terhadap Transportasi dan Kesehatan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jarak pandang di Kalimantan Barat sempat merosot hingga kurang dari satu kilometer pada pagi hari selama dua hari berturut-turut. Kondisi ini memberikan dampak langsung terhadap kelancaran operasional transportasi udara.
Sopir Travel Ditembak Mati KKB di Wamena, Pelaku Diburu

Di tingkat masyarakat, pekatnya asap karhutla mulai memicu gangguan pernapasan. Warga Pontianak, Amelia Supit (33), mengungkapkan bahwa keponakannya yang masih kecil mengalami batuk berkepanjangan selama dua pekan terakhir meski telah memperoleh penanganan medis. Sementara itu, warga lainnya, Novi Rahayu, menyebut kondisi kabut asap kali ini sebagai yang terparah selama 35 tahun dirinya menetap di Pontianak.
Ribuan Titik Panas Tersebar di Wilayah Kalimantan
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa ribuan titik panas terpantau di wilayah Kalimantan Barat.
Dalam konferensi pers pada Rabu, 26 Agustus 2026, Berton menyampaikan bahwa terdapat 2.610 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Kalimantan Barat, dengan titik api (firespot) mencapai 64 titik. Untuk menekan sebaran kebakaran, operasi modifikasi cuaca (OMC) terus dikerahkan hingga berhasil menurunkan hujan di beberapa kabupaten di Kalbar sejak pekan tersebut.
Truk Diduga Alami Rem Blong Tabrak Mobil Parkir dan Dua Bangunan di Jalur Puncak Bogor

Selain Kalimantan Barat, potensi karhutla juga meluas ke beberapa provinsi tetangga di Pulau Kalimantan:
- Kalimantan Tengah: BNPB mencatat sebanyak 2.110 titik panas dan 55 titik api, dengan estimasi luasan lahan terbakar melampaui 7.634 hektare.
- Kalimantan Selatan: Terdeteksi 817 titik panas dan 1.995 titik api, dengan indikasi area terbakar melebihi 9.605 hektare. Kendati demikian, jarak pandang di wilayah Kalimantan Selatan masih terpantau relatif aman di atas 9 kilometer.
Upaya penanganan di lapangan masih berfokus pada pemadaman darat dan pemantauan udara, sembari mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca guna memicu hujan di titik-titik rawan kebakaran.






