Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe di Provinsi Aceh memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya melalui sektor energi. Untuk mewujudkan potensi tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, mengambil langkah proaktif dengan meminta dukungan dari Pemerintah Pusat. Permintaan dukungan ini secara khusus ditujukan kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo. Keduanya telah melangsungkan pertemuan beberapa waktu lalu di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Agenda utama dalam diskusi strategis tersebut berfokus pada upaya membantu pengembangan KEK Arun Lhokseumawe guna memperkuat iklim investasi dan mendorong hilirisasi di sektor minyak dan gas bumi (migas). Langkah ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi berjangka panjang di wilayah Aceh.
Salah satu pilar utama dalam rencana pengembangan kawasan ekonomi ini adalah pemanfaatan sumber daya gas yang melimpah dari Blok Andaman. Gubernur Mualem menekankan betapa pentingnya pengembangan industri hilir yang terintegrasi langsung dengan sumber daya gas yang dihasilkan dari blok tersebut. Pengelolaan Blok Andaman saat ini turut melibatkan pihak internasional, salah satunya dikelola oleh perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, yaitu Mubadala Energy. Keterlibatan investor global seperti Mubadala Energy menunjukkan bahwa Aceh memiliki daya tarik investasi yang kuat. Melalui optimalisasi hasil gas dari Blok Andaman, kawasan ini diharapkan dapat menjadi pusat industri energi yang mandiri dan kompetitif.








