tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Berita Internasional

Potret Pilu Kuburan Massal Banjir Nepal, Jenazah Membusuk-Tak Dikenali

Wulan WijayaDiterbitkan 2 Sep 2026 - 05.11 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Potret Pilu Kuburan Massal Banjir Nepal, Jenazah Membusuk-Tak Dikenali
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Jalan setapak di rimbunnya hutan Distrik Chitwan yang biasanya ramai dilintasi warga untuk jalan pagi kini mendadak sunyi dan dipenuhi duka. Area asri tersebut kini beralih fungsi menjadi lokasi kuburan massal darurat menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor mematikan yang melanda Nepal.

Bencana besar yang dipicu oleh runtuhnya gletser di kawasan perbatasan Nepal dan Tiongkok itu telah menelan sedikitnya 750 korban jiwa, sementara lebih dari 3.000 orang lainnya masih dilaporkan hilang. Di tengah pencarian yang terus berjalan di sepanjang aliran sungai dan timbunan puing, otoritas setempat dihadapkan pada krisis identifikasi korban yang kian mendesak.

Ancaman Krisis Kesehatan dan Jenazah Rusak

Kondisi jenazah yang dievakuasi kian memprihatinkan akibat proses pembusukan yang berlangsung cepat. Menurut keterangan aparat berwenang, lebih dari separuh jenazah yang ditemukan sudah tidak dapat dikenali lagi secara visual karena kerusakan parah pada bagian wajah.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Pejabat Distrik Bharatpur, Chitwan, Ganesh Aryal, menegaskan bahwa pemakaman massal terpaksa dilakukan guna memitigasi bahaya penularan penyakit bagi masyarakat luas. Pihak berwenang tidak memiliki opsi penundaan mengingat percepatan pembusukan jasad di lapangan.

Pada hari Sabtu, otoritas memakamkan 96 jenazah tak dikenal di kawasan Devghat, Chitwan, dan mengagendakan penguburan untuk lebih dari 100 jasad lainnya pada hari Minggu. Petugas dari kepolisian bersenjata atau Armed Police Force (APF) disiagakan di lokasi pemakaman untuk mengatur logistik serta pengamanan prosesi penguburan.

Pencatatan Presisi dan Pengambilan DNA

Kendati dimakamkan secara massal dan darurat, proses pemakaman tetap melalui protokol forensik ketat. Sekitar 100 personel gabungan dari tim penyelamat, kepolisian, dan aparat pemerintah diterjunkan untuk mendata korban, mengambil dokumentasi foto, membantu proses identifikasi keluarga, serta menyiapkan jasad sebelum dikebumikan.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Pemerintah Nepal juga mengambil sampel DNA dari setiap jasad tanpa identitas sebelum dimasukkan ke liang lahad. Langkah ini disiapkan agar keluarga korban masih memiliki peluang melacak keberadaan kerabat mereka di masa depan melalui uji genetik atau pencocokan data forensik.

Setiap liang kubur diberi penanda identitas fisik, baik di atas permukaan tanah maupun di bagian dalam liang. Otoritas setempat turut mencatat titik koordinat lokasi pemakaman secara presisi untuk memfasilitasi proses penggalian kembali apabila ada jenazah yang berhasil teridentifikasi di kemudian hari.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

bencana alamNepal

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap