Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan kelanjutan pembangunan proyek transportasi massal Light Rail Transit (LRT) Jakarta untuk rute Manggarai menuju Dukuh Atas. Kelanjutan ini dipersiapkan setelah proyek LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai diselesaikan. Langkah tersebut diambil guna memperkuat jaringan transportasi publik berbasis rel di wilayah Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa total nilai investasi yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pembangunan lintasan LRT Manggarai hingga Dukuh Atas mencapai Rp2,7 triliun. Anggaran investasi ini sudah memperhitungkan pengadaan sarana armada kereta atau train set yang dibutuhkan untuk melayani rute tersebut, dengan jumlah kurang lebih 16 train set.
Perpanjangan Trase Fase 1C Manggarai Menuju Dukuh Atas
Proyek sambungan rel LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas tercatat sebagai LRT Jakarta Phase 1C. Berdasarkan perencanaan lintasannya, Phase 1C ini membentang sepanjang kurang lebih 2,4 kilometer. Jalur ini akan menghubungkan kawasan transit Manggarai dengan pusat aktivitas komuter di Dukuh Atas.
Keberadaan perpanjangan rute ini melengkapi koridor yang telah berjalan dari rute Kelapa Gading menuju Manggarai. Pembangunan fase lanjutan ini diharapkan dapat mengalirkan mobilitas penumpang dari arah timur dan utara langsung ke titik pusat kegiatan ekonomi dan perkantoran ibu kota.
Pujian Prabowo ke Pramono Meski Tak Separtai Mengemuka di Peresmian LRT

Integrasi Multimoda di Kawasan Transit Dukuh Atas
Kawasan Dukuh Atas difungsikan sebagai simpul transit utama yang mempertemukan berbagai moda transportasi publik di Jakarta. Di kawasan ini, pengguna jasa dapat beralih ke berbagai pilihan layanan transportasi, antara lain MRT Jakarta, Kereta Bandara, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, serta TransJakarta.
Selain menyatukan beragam opsi angkutan massal, kawasan Dukuh Atas juga akan terhubung langsung dengan Transport Hub yang dikelola oleh PT MRT Jakarta. Integrasi antarmoda terpadu ini disiapkan untuk memudahkan pergerakan pengguna jasa saat berpindah antarlayanan transportasi publik.
Pengajuan Obligasi Daerah dan Kelayakan Investasi Proyek
Untuk mendukung pembiayaan proyek infrastruktur tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan permohonan penerbitan obligasi daerah kepada DPRD DKI Jakarta. Sumber pendanaan dari obligasi daerah ini direncanakan tidak hanya untuk mendanai proyek lanjutan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas, melainkan juga dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit internasional di eks lahan Sumber Waras.
Berdasarkan informasi yang tercantum pada portal investasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, proyek LRT Jakarta Phase 1C Manggarai-Dukuh Atas diperkirakan dapat mengangkut jumlah penumpang rata-rata mencapai 20.554 penumpang. Dalam situs portal investasi tersebut, kebutuhan nilai investasi proyek dicatat berada di kisaran angka Rp2,9 triliun.
Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok, Dorong Transformasi Green Port

Dari sisi analisis kelayakan investasi, proyek LRT Jakarta Phase 1C diproyeksikan memiliki investment rate of return sebesar 12,3 persen. Indikator keuangan lainnya mencatat weighted average cost of capital (WACC) berada di angka 12,3 persen, dengan estimasi masa pengembalian modal atau payback period selama 17 tahun.
Rencana Pengembangan Rute Velodrome dan Kelapa Gading
Di samping pengerjaan jalur Manggarai menuju Dukuh Atas, Pemprov DKI Jakarta turut menyiapkan rencana pengembangan konektivitas LRT Jakarta di titik-titik koridor lainnya. Pengembangan lintasan ini dirancang untuk memperluas jangkauan layanan rel perkotaan ke simpul-simpul transportasi massal dan fasilitas umum baru.
Perencanaan konektivitas tersebut meliputi pembangunan jaringan LRT dari Velodrome menuju Stasiun Whoosh untuk menghubungkan layanan kereta cepat, serta pembangunan rute dari Kelapa Gading menuju stadion Jakarta International Stadium.






