Ajang penghargaan Hoegeng Awards 2026 kembali menyoroti dedikasi aparatur negara melalui kategori Polisi Inovatif. Tiga kandidat utama telah terpilih berkat terobosan nyata mereka dalam efisiensi pelayanan publik, digitalisasi basis data, serta integrasi sistem administrasi kepolisian. Transformasi digital dan inovasi layanan ini tidak hanya mempermudah akses masyarakat ke berbagai fasilitas hukum, tetapi juga mendukung ekosistem birokrasi modern melalui layanan terpadu, seperti halnya penyatuan sistem pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Berikut adalah rincian lengkap mengenai profil para kandidat dan jalannya acara penghargaan bergengsi tersebut.
Kapan dan di mana malam puncak Hoegeng Awards 2026 diselenggarakan?
Malam penganugerahan Hoegeng Awards 2026 dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Lokasi penyelenggaraan acara puncak ini berada di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, dan seluruh rangkaian acara akan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Puncak penganugerahan ini direncanakan turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta Chairman of CT Corp Chairul Tanjung. Selain itu, penyanyi ternama Tanah Air, Pongki Barata, juga dijadwalkan hadir untuk memeriahkan acara. Bagi masyarakat luas, seluruh rangkaian kegiatan penganugerahan ini dapat disaksikan secara langsung melalui platform detikcom.
Siapa saja tokoh yang menjadi Dewan Pakar dalam penilaian kandidat?
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Pemilihan ketiga kandidat Polisi Inovatif ini melibatkan proses seleksi ketat oleh Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 yang terdiri dari berbagai tokoh berlatar belakang profesional. Susunan dewan pakar tersebut meliputi Alissa Qotrunnada Wahid, Putu Elvina, Dr. Mas Achmad Santosa, Gufron Mabruri, serta Dr. Habiburokhman. Penilaian menyeluruh dari para pakar ini secara khusus menyoroti dampak langsung dari inovasi yang dihadirkan oleh para kandidat terhadap peningkatan mutu dan kemudahan layanan bagi masyarakat luas.
Apa bentuk inovasi layanan administrasi dari Aipda Frits Bidara?
Aipda Frits Bidara merupakan Penjabat Sementara Kepala Urusan Identifikasi (Ps Kaur Ident) dari Satreskrim Polres Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara. Pada tahun 2024, ia menggagas inisiatif bernama Sidik Jari Gratis Presisi yang lebih dikenal dengan sebutan program SIGAP Goes To School. Program inovatif ini dirancang khusus untuk mempermudah proses perekaman sidik jari bagi masyarakat, khususnya menyasar kalangan pelajar di wilayah Kepulauan Sitaro yang sering kali memiliki keterbatasan akses atau tantangan geografis menuju kantor polisi. Hingga saat ini, program tersebut telah sukses menjangkau sedikitnya tujuh sekolah dengan total partisipasi mencapai sekitar 1.200 pelajar.
Bagaimana Kombes Christian Tobing mengintegrasikan layanan publik dan pembayaran PNBP?
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kombes Christian Tobing yang saat ini menjabat sebagai Kapolresta Sidoarjo di Jawa Timur, memiliki rekam jejak panjang dalam mentransformasi fasilitas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Ia sukses membenahi kualitas layanan di Polres Wonogiri, Polres Pati, dan kini berlanjut di Polres Sidoarjo. Di wilayah Sidoarjo, ia mengembangkan program SPKT Mal Mini Pelayanan Polri yang secara efektif menyatukan berbagai layanan kepolisian dalam satu fasilitas fisik. Melalui inovasi ini, masyarakat kini dapat mengurus laporan polisi, SIM, SKCK, hingga melakukan pembayaran PNBP melalui Bank BRI tanpa harus membuang waktu berpindah tempat. Fasilitas terpadu ini juga merangkul instansi lain seperti Dinas Kesehatan, Kejaksaan, psikolog, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menyediakan layanan perlindungan perempuan dan anak.
Bagaimana peran Brigadir Renita Rismayanti dalam digitalisasi basis data kepolisian internasional?
Brigadir Renita Rismayanti adalah anggota Divisi Hubungan Internasional Polri yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kawasan Afrika Tengah atau MINUSCA. Saat menjabat sebagai Crime Database Officer dalam misi tersebut, ia memimpin proses transformasi pencatatan data kriminal dari sistem manual menjadi sebuah basis data digital yang terintegrasi penuh. Ia berhasil menghubungkan database milik UN Police dengan platform global PBB yang bernama unite aware. Platform ini terkoneksi secara langsung dengan markas besar di New York serta berbagai misi internasional lainnya. Berkat kontribusi besarnya dalam digitalisasi sistem keamanan tersebut, ia dianugerahi penghargaan bergengsi sebagai Polwan Terbaik PBB pada tahun 2023.






