Sebuah rekaman video yang memperlihatkan deretan siswa sekolah bergelantungan pada kabel sling saat menyeberangi Sungai Tripe di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, menjadi perhatian publik dan viral di media sosial sejak Kamis, 23 Juli 2026. Peristiwa tersebut memicu sorotan masyarakat luas terkait ketersediaan jalur transportasi lokal yang aman bagi kegiatan sehari-hari warga. Menanggapi situasi yang beredar di ranah digital tersebut, fakta di lapangan menunjukkan bahwa langkah penanganan infrastruktur di kawasan ini sejatinya telah berjalan secara aktif. Pihak TNI bersama warga setempat bahu-membahu membangun jembatan untuk memulihkan konektivitas, dengan proses pengerjaan konstruksi yang sudah dimulai sejak sebulan sebelumnya secara bergotong royong.
Sebagai langkah tanggap darurat, warga bersama prajurit TNI memanfaatkan jalur sementara berupa dua bentangan kabel sling yang hingga saat ini masih digunakan oleh masyarakat umum, termasuk para pelajar yang hendak berangkat ke sekolah. Jembatan gantung yang kemudian diberi nama Jembatan Gantung Garuda ini difungsikan murni sebagai sarana pemulihan akses masyarakat dalam jangka pendek. Kehadiran jembatan darurat ini diharapkan mampu menopang mobilitas warga sebelum proyek jembatan permanen direalisasikan sepenuhnya oleh pemerintah daerah maupun pusat. Untuk mengantisipasi risiko keselamatan sewaktu-waktu akibat kondisi arus sungai yang tidak memungkinkan untuk dilintasi, personel Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 885/Raksaka Dharma juga turut menyiagakan satu unit perahu karet di lokasi perlintasan Sungai Tripe tersebut.








