Kawasan bisnis di Jakarta selama ini identik dan terpusat di area Sudirman dan Thamrin. Namun, seiring berkembangnya pembangunan transportasi publik berbasis Transit-Oriented Development (TOD), konsentrasi kawasan bisnis Jakarta diperkirakan tidak lagi hanya berada di wilayah tersebut. Pola pengembangan kota mulai bergeser, membuka peluang bagi wilayah lain untuk menjadi penantang baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi yang potensial. Pergeseran ini sangat erat kaitannya dengan integrasi antarmoda yang semakin matang di ibu kota.
Konsep Transit-Oriented Development diyakini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi publik. Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, menuturkan bahwa TOD dapat menjadi penggerak atau faktor utama yang membentuk nilai dari sebuah properti








