Kawasan bisnis di Jakarta selama ini identik dan terpusat di area Sudirman dan Thamrin. Namun, seiring berkembangnya pembangunan transportasi publik berbasis Transit-Oriented Development (TOD), konsentrasi kawasan bisnis Jakarta diperkirakan tidak lagi hanya berada di wilayah tersebut. Pola pengembangan kota mulai bergeser, membuka peluang bagi wilayah lain untuk menjadi penantang baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi yang potensial. Pergeseran ini sangat erat kaitannya dengan integrasi antarmoda yang semakin matang di ibu kota.
Konsep Transit-Oriented Development diyakini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi publik. Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, menuturkan bahwa TOD dapat menjadi penggerak atau faktor utama yang membentuk nilai dari sebuah properti. Penciptaan nilai properti yang berasal dari kehadiran infrastruktur transportasi ini sebenarnya sudah lazim terjadi di banyak negara maju. Singapura dan Hongkong adalah contoh nyata di mana kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik mampu menciptakan nilai properti yang tinggi dan mendorong pertumbuhan kawasan bisnis baru.
Berdasarkan analisis prospek tersebut, terdapat beberapa kawasan yang dinilai memiliki masa depan cerah, seperti Dukuh Atas, Manggarai, Cawang, Pasar Baru, hingga Kota Tua Jakarta. Dari seluruh wilayah yang ada, Dukuh Atas dinilai memiliki peluang terbesar sebagai penantang Sudirman dan Thamrin. Hal ini mengingat Dukuh Atas telah bertransformasi menjadi pusat berbagai moda transportasi publik. Kawasan ini tidak hanya terhubung dengan layanan KRL, MRT, dan Transjakarta, tetapi juga akan terhubung oleh jaringan LRT yang menuju ke Tanah Abang, Manggarai, hingga Bekasi. Posisi Dukuh Atas juga sangat diuntungkan karena berdekatan dengan kawasan Sudirman, Bundaran HI, berbagai hotel, pusat ritel dan hiburan, serta gedung perkantoran. Dengan seluruh konektivitas dan fasilitas tersebut, Dukuh Atas berpotensi besar menjadi hub transportasi terbesar di Indonesia.
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Selain Dukuh Atas, Manggarai juga diproyeksikan akan berkembang pesat di masa mendatang. Pertumbuhan kawasan ini didorong oleh rencana pembangunan kawasan superblok di sekitar area stasiun. Konsep superblok ini nantinya akan menggabungkan kawasan hunian, area komersial, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya dalam satu ekosistem. Di sisi lain, kawasan Cawang juga tampil sebagai salah satu titik yang sangat strategis. Posisi Cawang menjadi titik bertemunya berbagai moda transportasi penting bagi mobilitas masyarakat. Titik ini menghubungkan layanan LRT, akses menuju Kereta Cepat Jakarta-Bandung, hingga jaringan jalan tol yang mengarah ke sejumlah wilayah di kawasan Jabodetabek.
Bergeser ke wilayah Jakarta Pusat, pertumbuhan ekonomi di kawasan Pasar Baru juga dinilai masih sangat terbuka. Kawasan yang berlokasi di wilayah strategis ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan bisnis baru. Prospek cerah di Pasar Baru didukung secara langsung oleh adanya proyek pembangunan MRT Fase 2A. Selain itu, kawasan ini juga telah dilewati oleh jaringan Transjakarta yang terintegrasi. Aksesibilitas yang semakin mudah ini diyakini akan meningkatkan daya tarik Pasar Baru bagi para pelaku bisnis maupun investor properti.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta juga tidak luput dari potensi pertumbuhan berbasis integrasi transportasi ini. Kota Tua Jakarta berpeluang mendapatkan manfaat besar saat jalur MRT Fase 2A telah beroperasi secara penuh. Selama ini, kawasan tersebut memiliki imej yang terkesan sepi di malam hari dan hanya dipenuhi oleh bangunan-bangunan tua peninggalan sejarah. Namun, persepsi ini berpotensi berubah drastis karena Kota Tua Jakarta akan menjadi stasiun ujung dari proyek MRT Fase 2. Kehadiran infrastruktur transportasi modern di kawasan bersejarah ini dinilai sangat potensial untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan komersial, menjadikannya salah satu pusat pertumbuhan baru yang patut diperhitungkan.






