tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS di Tengah Sentimen Geopolitik Timur Tengah

Andi SompaDiterbitkan 12 Agu 2026 - 13.32 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS di Tengah Sentimen Geopolitik Timur Tengah
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan hari Rabu, 12 Agustus 2026. Mata uang rupiah dibuka di level Rp 17.869 per dolar AS, menunjukkan penurunan sebesar 8 poin atau 0,04 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp 17.861 per dolar AS. Meskipun dibuka melemah pada pagi hari tersebut, pergerakan nilai tukar rupiah secara keseluruhan untuk hari itu diproyeksikan akan bergerak dalam rentang konsolidasi. Menurut proyeksi yang ada, pergerakan mata uang rupiah diperkirakan akan berada di kisaran antara Rp 17.750 hingga Rp 17.850 per dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya mengenai pergerakan mata uang garuda ini. Lukman Leong memprediksi bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak secara konsolidatif sepanjang perdagangan. Menurut analisisnya, pergerakan konsolidatif dari mata uang rupiah ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi geopolitik yang saat ini sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Perkembangan politik internasional ini terus dipantau oleh pasar karena dinilai dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global serta arah pergerakan mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Terkait situasi di Timur Tengah, terdapat beberapa perkembangan penting yang menjadi perhatian dunia internasional. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, memberikan pernyataan bahwa pihak Iran dan Amerika Serikat sebenarnya sudah berada dalam posisi yang dekat untuk mencapai suatu kesepakatan. Kendati demikian, proses diplomasi ini masih diwarnai oleh ketegangan karena kedua belah pihak, baik Iran maupun Amerika Serikat, tetap mempertahankan sikap keras mereka masing-masing. Sikap keras kedua negara ini khususnya berkaitan dengan kebuntuan panjang yang hingga kini masih terjadi di kawasan strategis Selat Hormuz.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Kebuntuan yang terus berlangsung di Selat Hormuz ini bukanlah persoalan kecil, karena terus memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kondisi perekonomian dan jalur perdagangan global secara keseluruhan. Sebagai upaya untuk mengatasi jalan buntu ini, pihak Pakistan turut mengambil peran aktif. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, direncanakan akan menyampaikan sejumlah usulan baru kepada para pemimpin Iran. Langkah diplomasi ini dilakukan dengan harapan dapat menemukan solusi atas kebuntuan di Selat Hormuz. Namun, di sisi lain, pihak Iran tetap menegaskan posisi mereka bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sebelum sejumlah persyaratan yang mereka ajukan terpenuhi terlebih dahulu.

Selain sentimen dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah, pergerakan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh sikap para pelaku pasar global yang sedang menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Saat ini, para investor global dilaporkan cenderung mengadopsi sikap menunggu dan mengamati atau wait-and-see menjelang rilis resmi data inflasi Amerika Serikat. Berdasarkan data proyeksi yang beredar di pasar, inflasi tahunan (year-on-year) di Amerika Serikat diperkirakan akan mengalami penurunan dari posisi sebelumnya sebesar 2,6 persen menjadi 2,5 persen. Sementara itu, tingkat inflasi inti tahunan (year-on-year core inflation) di negara tersebut juga diproyeksikan akan menurun dari angka 3,5 persen menjadi 3,4 persen.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Di samping menanti data inflasi Amerika Serikat, perhatian para pelaku pasar dan investor global juga tertuju pada pengumuman penting lainnya. Investor saat ini tengah mengantisipasi pengumuman yang akan dikeluarkan oleh Morgan Stanley Capital International atau MSCI. Dalam pengumuman MSCI kali ini, terdapat ekspektasi di kalangan pelaku pasar bahwa tidak akan ada saham baru yang akan dimasukkan ke dalam indeks tersebut. Berbagai faktor eksternal ini, mulai dari ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, rilis data inflasi Amerika Serikat, hingga pengumuman MSCI, secara bersama-sama memengaruhi pergerakan rupiah yang diproyeksikan bergerak konsolidatif di kisaran Rp 17.750 hingga Rp 17.850 per dolar AS.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Dolar ASgeopolitikNilai Tukar Rupiah

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  3. 3Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  4. 4Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap