Puncak musim kemarau membawa keuntungan tersendiri bagi pelaku usaha pengolahan hasil laut. Terik matahari yang menyengat di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, mempercepat proses penjemuran ikan asin secara signifikan. Jika biasanya proses pengeringan membutuhkan waktu tiga hingga empat hari, kini para pengrajin hanya membutuhkan waktu satu hari agar ikan benar-benar kering dan siap dipasarkan.
Percepatan Produksi Ikan Asin di Muara Angke
Kondisi cuaca panas yang konsisten membuat ritme operasional para pengrajin ikan asin di Muara Angke meningkat. Dalam sehari, para pengrajin mampu mengolah hampir lima ton ikan asin. Proses produksi skala besar ini ditopang oleh ketersediaan bahan baku garam dalam jumlah mencukupi.
Untuk memenuhi kebutuhan pengolahan tersebut, pengrajin memanfaatkan pasokan 10 ton garam yang mampu bertahan selama 15 hari masa produksi. Berbagai jenis komoditas ikan diolah di sentra perikanan Muara Angke, antara lain ikan layur, tongkol kecil, ikan layang, ikan selar, serta ikan tembang. Optimalnya intensitas sinar matahari selama musim kemarau memastikan seluruh jenis ikan tersebut dapat terjemur merata dalam waktu singkat.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Prediksi Puncak Musim Kemarau oleh BMKG
Kondisi terik di kawasan pesisir Jakarta sejalan dengan pola cuaca yang tengah berlangsung di berbagai wilayah tanah air. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan bahwa sebaran puncak musim kemarau terjadi secara bertahap di berbagai zona musim. Berdasarkan analisis BMKG, sebanyak 83 Zona Musim (ZOM) atau setara dengan 12,26 persen dari total luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada Juli 2026.
MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

Cakupan puncak musim kemarau meluas secara signifikan pada bulan berikutnya. BMKG mencatat sebanyak 369 ZOM yang mencakup 48,84 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mencapai puncak kemarau pada Agustus 2026, yang turut mendukung percepatan aktivitas pengeringan komoditas perikanan seperti di Muara Angke.






