tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Kebijakan Fiskal

Purbaya Siap Pecat Anak Buah yang Kongkalikong Sama Pengemplang Pajak

Andi SompaDiterbitkan 29 Agu 2026 - 05.16 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Purbaya Siap Pecat Anak Buah yang Kongkalikong Sama Pengemplang Pajak
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan langkah tegas terhadap aparat perpajakan yang terbukti berkomplot dengan pelaku kecurangan pajak. Sanksi pemecatan akan segera dijatuhkan kepada aparatur yang kedapatan melindungi atau membantu pengemplang pajak di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di kantornya, Jakarta, pada Jumat (28/8/2026). Ia memastikan tindakan disiplin berat ini akan direalisasikan dalam waktu dekat demi membersihkan instansi dari pihak-pihak yang merugikan penerimaan negara.

"Iya, dalam waktu dekat dipecatin," ujar Purbaya menanggapi langkah yang akan diambil terhadap pegawai yang terlibat persekongkolan tersebut.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Indikasi Keterlibatan Internal dan Pengawasan Longgar

Kecurigaan keterlibatan oknum internal mencuat menyusul temuan aktivitas perusahaan baja asal China yang beroperasi puluhan tahun tanpa terdeteksi melakukan pelanggaran kewajiban perpajakan. Purbaya menilai kelolosan operasional dalam durasi selama itu mustahil terjadi tanpa adanya campur tangan pihak dalam.

Purbaya juga menyatakan telah mengantongi sejumlah nama yang terindikasi ikut mempermainkan urusan perpajakan. Keterlibatan oknum dinilai menjadi hambatan utama optimalisasi penerimaan pajak yang merupakan tulang punggung pendapatan negara.

Pelanggaran yang dilakukan oleh jaringan perusahaan baja tersebut mencakup berbagai instrumen perpajakan pokok, mulai dari Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga pajak impor.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Kerugian Negara dari Kasus Perusahaan Baja

Kasus ini mulai terbuka luas setelah inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Purbaya pada Kamis (5/2/2026). Dari hasil sidak dan penyidikan lanjutan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), ditemukan potensi kerugian negara yang mencapai sekitar Rp 583,36 miliar akibat dugaan tindak pidana perpajakan.

Nilai kerugian tersebut melibatkan tiga entitas perusahaan baja asal China yang saling terafiliasi, yaitu PT PSI, PT PSM, dan PT VPM. Salah satu modus utama yang ditemukan dalam penindakan lapangan adalah praktik pengemplangan dengan cara menghindari pembayaran PPN.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian KeuanganPurbaya Yudhi Sadewa

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap