Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberikan tanggapan terkait ramainya narasi dan ilustrasi pergerakan KMP Virgo Transport 8 di media sosial. Kapal motor penumpang tersebut sebelumnya dikabarkan sempat melakukan manuver berputar-putar di kawasan perairan Laut Jawa sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Dalam sejumlah unggahan di media sosial, beredar visual rute yang memperlihatkan kapal berbelok ke arah kiri secara berulang kali setelah menempuh jarak lebih dari 200 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Ilustrasi rute tersebut menunjukkan putaran berbentuk lingkaran dengan diameter yang perlahan mengecil hingga kapal dilaporkan berhenti dan karam.
Penjelasan KNKT Terkait Data Pelayaran
Menanggapi spekulasi rute pelayaran tersebut, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan bahwa pihaknya belum dapat membenarkan narasi manuver yang beredar luas di ruang publik. Saat ini, tim investigasi masih memprioritaskan tahapan awal penyelidikan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

"Tim KNKT baru dalam fase pengumpulan data lapangan dan interview, belum melakukan analisis," ujar Soerjanto saat dikonfirmasi pada Selasa (15/9/2026).
Soerjanto menjelaskan bahwa kepastian terkait pola manuver KMP Virgo Transport 8 yang berputar ke kiri belum bisa disimpulkan. Hal ini dikarenakan rekaman Automatic Identification System (AIS) dari kapal tersebut masih dalam proses penanganan dan belum diolah oleh tim teknis KNKT.
Data Korban dan Muatan Kapal
KMP Virgo Transport 8 mengalami musibah usai menghadapi cuaca buruk di tengah jalur pelayaran Laut Jawa. Berdasarkan data manifes resmi, kapal tersebut mengangkut total 243 orang beserta muatan kargo sebanyak 89 unit kendaraan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Rincian 243 orang di dalam kapal mencakup 30 orang kru kapal, 27 mitra kerja, 59 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, serta 126 sopir dan kernet kendaraan angkutan.
Berdasarkan pembaruan data terpadu dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebanyak 114 orang telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, enam orang penumpang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tersebut, dan 129 orang lainnya masih berada dalam status pencarian oleh tim penyelamat gabungan.






