Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) didorong untuk menetapkan Garis-garis Besar Haluan Perjuangan (GBHP) sebagai rujukan strategis jangka panjang organisasi. Usulan ini disampaikan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Keluarga Besar FKPPI yang berlangsung di Bidakara, Jakarta, pada Jumat (11/9/2026).
Wakil Ketua Umum sekaligus Kepala Badan Bela Negara FKPPI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menekankan bahwa keberadaan GBHP krusial guna menjaga konsistensi arah gerak FKPPI. Menurut Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar yang juga Ketua MPR RI ke-15 tersebut, pedoman haluan akan memastikan visi organisasi tetap berkesinambungan kendati terjadi pergantian struktur kepengurusan di masa mendatang.
Dalam paparannya, Bamsoet menjelaskan bahwa GBHP dirancang menjadi fondasi program kerja berjangka 10 hingga 20 tahun. Rancangan kerja makro tersebut nantinya diturunkan menjadi langkah konkret di setiap tingkatan kepengurusan, mulai dari jajaran pengurus pusat hingga ke unit basis di tingkat desa.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Agenda pembukaan Rapimnas tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo, Sekretaris Jenderal FKPPI Anna R Legawati, serta Ketua Steering Committee (SC) penyelenggara Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto. Hadir pula perwakilan jajaran perwira tinggi militer, di antaranya Brigjen TNI Boemi Ario Bimo dan Laksma TNI Cholik Kurniawa.
Bamsoet menyoroti bahwa spektrum ancaman terhadap ketahanan nasional saat ini terus bergeser dan tidak lagi terbatas pada aspek pertahanan fisik. Tantangan kontemporer meliputi polarisasi sosial, ketimpangan ekonomi, sebaran disinformasi digital, laju perkembangan teknologi, ketergantungan ekonomi, serta rivalitas geopolitik dan geoekonomi global.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Menghadapi dinamika tersebut, implementasi bela negara oleh generasi muda dituntut beradaptasi. FKPPI melalui kerangka GBHP diharapkan mampu memperkuat relevansinya bagi Generasi Milenial dan Gen-Z, khususnya dalam mendorong pencapaian prestasi, kewirausahaan, penguasaan teknologi, penguatan ketahanan pangan, aksi kepedulian sosial, serta perlawanan aktif terhadap disinformasi demi menjaga persatuan bangsa.






