tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

RDP soal B50, DPR Minta Pertamina Antisipasi Bottleneck Logistik

Wulan WijayaDiterbitkan 9 Sep 2026 - 02.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
RDP soal B50, DPR Minta Pertamina Antisipasi Bottleneck Logistik
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Komisi XII DPR RI menyoroti potensi hambatan atau bottleneck dalam sistem logistik energi nasional menjelang pelaksanaan program biodiesel B50. Parlemen meminta pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga segera mematangkan kesiapan infrastruktur dan keandalan distribusi agar pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke masyarakat tidak terganggu.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Donny Oekoen menjelaskan bahwa kebijakan B50 yang mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026 membawa konsekuensi besar terhadap kebutuhan fasilitas pendukung. Lonjakan bauran ini berdampak langsung pada kesiapan fasilitas pencampuran (blending), terminal penerima, tangki penyimpanan (storage), hingga moda transportasi dan jaringan distribusi, mengingat proyeksi alokasi biodiesel 2026 mencapai sekitar 15,65 juta kiloliter.

Jika hambatan logistik tidak diantisipasi secara matang, pasokan Biosolar berpotensi terganggu. Gangguan pada rantai pasok juga berisiko mendongkrak biaya distribusi dan memicu kenaikan harga energi yang pada akhirnya membebani masyarakat luas.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kesiapan Infrastruktur dan Rantai Pengendalian Mutu

Guna memitigasi risiko tersebut, Komisi XII DPR RI meminta rincian menyeluruh terkait kondisi logistik hilir migas saat ini. Informasi yang diminta mencakup total kapasitas blending nasional, porsi kapasitas yang dimanfaatkan oleh Pertamina Patra Niaga, tingkat utilisasi fasilitas, kapasitas tampung tangki penyimpanan, sebaran titik blending dan titik serah, hingga kebutuhan investasi tambahan untuk menopang program B50.

Selain sarana fisik, penguatan sistem pengendalian dan jaminan mutu (quality control dan quality assurance) dinilai menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya spesifikasi dan kompleksitas produk. Pengawasan ketat ditekankan pada seluruh lini rantai pasok, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pencampuran, terminal, tangki timbun, armada angkutan, depot pengisian, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), hingga sampai ke tangan konsumen.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penyempurnaan spesifikasi teknis B50 tercatat mencakup sejumlah parameter penting, seperti distilasi T50, titik tuang (pour point), kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 50 persen, serta batas kontaminasi partikulat dan tingkat kebersihan (cleanliness) yang akan diberlakukan secara bertahap mulai 1 Januari 2027.

Komisi XII DPR RI juga meminta pembaruan data berkala terkait posisi stok BBM nasional dan regional, profil ketahanan stok di masing-masing area operasi, serta pemetaan wilayah-wilayah yang memiliki kerawanan distribusi tinggi.

Sumber: Detik

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pertamina Patra NiagaB50Biodiesel

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap