tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Rekam Jejak Tersangka Kasus Mutilasi di Depok yang Berkenalan Lewat Aplikasi Hornet

Retno PurwantoDiterbitkan 9 Agu 2026 - 16.09 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rekam Jejak Tersangka Kasus Mutilasi di Depok yang Berkenalan Lewat Aplikasi Hornet
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Bagaimana sebenarnya latar belakang pelaku mutilasi di Depok yang memanfaatkan aplikasi media sosial untuk mencari korbannya? Pertanyaan ini terus mengemuka di tengah masyarakat setelah pihak kepolisian mengungkap rincian kasus kejahatan yang melibatkan seorang pria bernama Saepul. Pemuda berusia 26 tahun tersebut kini berstatus sebagai tersangka utama dalam perkara pembunuhan dan mutilasi terhadap seorang pria paruh baya berinisial K yang berumur 51 tahun. Jasad korban ditemukan secara mengenaskan di dalam sebuah karung yang diletakkan di sebuah lahan kosong di kawasan Depok. Pengungkapan kasus ini mengejutkan publik bukan hanya karena kekejaman tindakannya, melainkan juga karena rekam jejak kehidupan pelaku yang sangat kontras dengan perbuatan kriminal yang dilakukannya.

Bagaimana awal mula pertemuan antara pelaku dan korban terjalin melalui platform digital? Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, Saepul dan korban berinisial K pertama kali saling mengenal melalui sebuah aplikasi media sosial bernama Hornet. Aplikasi ini digunakan oleh tersangka untuk membangun komunikasi awal dengan korban. Tidak hanya itu, aparat kepolisian yang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap telepon genggam milik tersangka menemukan bukti digital yang memperkuat profil sosialnya. Di dalam perangkat komunikasi tersebut, ditemukan data yang menunjukkan bahwa Saepul tergabung aktif dalam sebuah grup komunitas sesama jenis. Hubungan yang bermula dari interaksi digital di aplikasi Hornet tersebut kemudian berlanjut di dunia nyata hingga akhirnya berujung pada tragedi pembunuhan.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Apa pekerjaan yang ditekuni oleh Saepul sehari-hari di Depok sebelum dirinya ditangkap oleh polisi? Untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan ekonominya di kota Depok, Saepul bekerja sebagai seorang pedagang makanan informal. Setiap harinya, ia mencari nafkah dengan berjualan pisang cokelat. Lapak dagangannya berlokasi di area sekitar Stasiun Pondok Cina, salah satu stasiun kereta api yang cukup ramai di Kota Depok. Aktivitas berdagang pisang cokelat ini menjadi mata pencaharian terakhirnya sebelum seluruh tindakan kriminalnya terungkap dan ia harus berhadapan dengan hukum.

Baca Juga

Kebakaran Gudang Paket Shopee di Sentra Kosambi Tangerang

Kebakaran Gudang Paket Shopee di Sentra Kosambi Tangerang

Apakah benar tersangka memiliki riwayat sebagai tenaga pendidik mata pelajaran matematika di masa lalunya? Berdasarkan pengakuan yang diberikan oleh tersangka kepada penyidik, Saepul ternyata pernah menjalani profesi yang sangat jauh dari dunia kriminal, yaitu sebagai seorang guru. Ia mengaku sempat mengajar mata pelajaran matematika di sebuah sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di wilayah Pandeglang, Provinsi Banten. Kendati demikian, statusnya sebagai guru matematika tersebut sudah tidak aktif lagi saat ia tinggal dan bekerja di Depok. Perubahan profesi dari seorang guru matematika menjadi pedagang makanan di stasiun ini menunjukkan adanya pergeseran jalan hidup yang cukup signifikan sebelum ia akhirnya merencanakan tindakan kriminal.

Bagaimana kisah keterlibatan Saepul dalam acara pencarian bakat di televisi nasional? Selain pernah menjadi guru matematika, masa lalu Saepul juga mencatat bahwa dirinya pernah muncul di layar kaca. Sebuah rekaman video lama menunjukkan bahwa pemuda ini pernah menjadi salah satu peserta dalam ajang pencarian bakat yang ditayangkan oleh sebuah program stasiun televisi. Keputusan Saepul untuk mengikuti kompetisi di televisi tersebut didasari oleh niat untuk membantu kondisi keuangan keluarganya. Secara khusus, ia ingin meringankan beban hidup ibunya yang sehari-hari bekerja keras mencari nafkah dengan berjualan sayur-mayur di sebuah pasar tradisional.

Baca Juga

Peluang Kerja Satgas PESAT Malinau, 380 Anggota Hasilkan Pendapatan dari Sektor Pertanian

Peluang Kerja Satgas PESAT Malinau, 380 Anggota Hasilkan Pendapatan dari Sektor Pertanian

Bagaimana kronologi pelarian tersangka setelah melakukan pembunuhan dan apa ancaman hukuman yang menantinya? Pihak kepolisian membeberkan bahwa aksi keji yang dilakukan oleh Saepul bukanlah tindakan spontan, melainkan sebuah kejahatan yang telah dipersiapkan. Tersangka sudah merencanakan dengan matang aksi pencurian barang-barang berharga milik korban sekaligus tindakan pembunuhan terhadap korban berinisial K tersebut. Setelah mengeksekusi rencana jahatnya dan melakukan mutilasi, Saepul langsung melarikan diri dari Depok menuju daerah Pandeglang, Banten, untuk bersembunyi. Namun, pelariannya tidak berlangsung lama karena polisi berhasil melacak dan menangkapnya. Kini, Saepul telah mendekam di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Atas perbuatannya, ia dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yang membawa konsekuensi hukum yang sangat berat, yaitu ancaman hukuman mati.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Keamanan DigitalKasus KriminalDepok

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran Gudang Paket Shopee di Sentra Kosambi TangerangPeluang Kerja Satgas PESAT Malinau, 380 Anggota Hasilkan Pendapatan dari Sektor PertanianUMKM Pesisir Kampung Tua Terih Batam Tembus Pasar Internasional Lewat Olahan Hasil LautCara Melaporkan Barang Tertinggal di Kereta Api dan Statistik Temuan 2026Proyeksi Pertumbuhan Pengunjung GIIAS 2026 dan Data Penjualan Otomotif NasionalPeluang Ekonomi Kreatif bagi Penyandang Disabilitas Melalui Industri FesyenKinerja Bisnis Rendah Karbon Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi 2026Perampingan BUMN Sisakan 250 Perusahaan demi Efisiensi Struktur

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026