tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

RI Makin Tekor Dagang dengan China, Defisit US$17,67 M Selama 7 Bulan

Lidya RumbayanDiterbitkan 2 Sep 2026 - 02.11 · 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
RI Makin Tekor Dagang dengan China, Defisit US$17,67 M Selama 7 Bulan
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

JAKARTA — Defisit neraca perdagangan barang non-minyak dan gas (nonmigas) Indonesia dengan China tercatat semakin melebar pada periode Januari hingga Juli 2026 atau selama tujuh bulan terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa nilai defisit perdagangan nonmigas Indonesia terhadap China menembus angka US$17,67 miliar dalam kurun waktu tersebut.

Besaran angka tersebut menempatkan China sebagai mitra dagang penyumbang defisit nonmigas terbesar bagi Indonesia jika dibandingkan dengan negara mitra dagang lainnya sepanjang periode yang sama.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan bahwa China menempati posisi teratas sebagai kontributor defisit perdagangan barang nonmigas nasional.

"Penyumbang defisit non-migas terbesar pada kondisi Januari sampai dengan Juli tahun 2026, yang pertama untuk negara Tiongkok," kata Ateng Hartono.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Kesenjangan Nilai Ekspor dan Impor

Ketimpangan neraca dagang barang nonmigas tersebut terjadi lantaran nilai ekspor Indonesia ke China tidak sebanding dengan tingginya nilai impor yang masuk dari negara tersebut sepanjang Januari sampai Juli 2026.

Berdasarkan data BPS, total nilai ekspor barang nonmigas Indonesia ke China mencapai US$40,62 miliar. Nilai ekspor tersebut terpaut jauh di bawah nilai impor produk nonmigas asal China yang masuk ke Indonesia, yaitu sebesar US$58,29 miliar. Selisih dari kedua transaksi inilah yang mengakibatkan posisi neraca perdagangan barang nonmigas Indonesia tekor hingga US$17,67 miliar.

Komoditas Utama Pemicu Defisit

Pelebaran defisit perdagangan nonmigas Indonesia dengan China dipicu oleh sejumlah kelompok komoditas impor utama.

Baca Juga

MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

Pendorong defisit paling signifikan adalah kelompok komoditas mesin dan peralatan mekanik serta bagiannya (HS 84), yang mencatatkan defisit hingga sebesar US$12,45 miliar.

Kelompok komoditas lain yang menjadi penyumbang terbesar defisit dagang antara Indonesia dan China adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), dengan catatan defisit mencapai US$12,41 miliar.

Selain kedua kelompok permesinan tersebut, komoditas plastik dan barang dari plastik (HS 39) turut menjadi penyumbang defisit dagang dari China dengan nilai defisit sebesar US$3,35 miliar selama periode Januari hingga Juli 2026.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPSChina

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator · 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan · 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning · 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis · 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik · 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap