Indonesia akan segera memiliki perusahaan pengelola aset atau asset management berskala global dalam waktu dekat. Langkah strategis ini direalisasikan melalui proses penggabungan atau merger dari sejumlah perusahaan asset management milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk disatukan menjadi satu entitas terpadu.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Donny Oskaria, mengungkapkan bahwa agenda integrasi tersebut melibatkan lima perusahaan asset management BUMN. Melalui konsolidasi ini, entitas baru yang terbentuk diproyeksikan menjadi perusahaan asset management terbesar di Indonesia dan ditargetkan resmi meluncur pada bulan September mendatang.
Dukungan Jaringan Perbankan Nasional
Untuk memastikan entitas baru ini memiliki daya saing yang kuat dan solid, perusahaan hasil merger tersebut akan didukung oleh jaringan perbankan besar di tanah air. Secara khusus, bank-bank BUMN akan difungsikan sebagai saluran distribusi atau distribution channel utama dalam menjangkau pasar dan mengoptimalkan penghimpunan dana kelolaan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pemanfaatan bank-bank milik negara sebagai mitra distribusi strategis diharapkan mampu memperluas penetrasi pasar sekaligus memberikan fondasi operasional yang kokoh dalam bersaing, baik di tingkat nasional maupun di panggung investasi global.
Restrukturisasi dan Transformasi Dana Reksa
Langkah konsolidasi industri pengelolaan aset BUMN ini juga diiringi dengan penataan internal pada institusi pengelola investasi negara, yakni Dana Reksa. Pada beberapa tahun terakhir, Dana Reksa sempat dinilai tidak berjalan sesuai dengan fungsinya dan memiliki portofolio yang membengkak hingga mencakup 50 anak usaha.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Permasalahan puluhan anak usaha tersebut kini telah diselesaikan melalui serangkaian pembenahan. Dengan rampungnya penataan tersebut, entitas ini dapat kembali ke fungsi asalnya dan bertransformasi kembali menjadi Dana Reksa Investment.
Integrasi lima perusahaan pengelola aset negara ini diharapkan mampu mewujudkan ekosistem pengelolaan investasi yang terintegrasi, profesional, dan berdaya saing tinggi saat resmi diluncurkan pada September.






